GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik memastikan pengisian bangku kosong di sejumlah SMP Negeri tidak akan mengambil siswa yang sudah mendaftar di swasta.
Pengisian bangku kosong akan memprioritaskan siswa tidak mampu sekolah di swasta. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya anak putus sekolah (APS).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S Hariyanto mengatakan pengisian bangku kosong dipastikan tidak akan mengambil siswa yang sudah mendaftar di swasta. Pihaknya sudah menekankan hal itu kepada kepala sekolah SMP Negeri.
"Kalau yang sudah daftar di swasta jangan sampai diterima dalam pengisian bangku kosong," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya akan selalu berusaha agar sekolah negeri dan sekolah swasta bisa bersinergi untuk mencerdaskan bangsa. Sehingga, dalam penerimaan PPDB baik negeri maupun swasta harus bisa sama-sama mendapatkan murid.
"Kami terus berkoordinasi dengan sekolah swasta untuk bersama-sama membangun pendidikan Kabupaten Gresik," terangnya.
Ia menambahkan, SMPN yang sampai saat ini ada bangku kosong adalah sekolah-sekolah yg ada di pinggiran. Dan memang setiap tahun sepi peminat dan hal ini terulang setiap tahun.
"Oleh sebab itu tidak mengurangi jumlah murid sekolah swasta karena memang tidak ada yg berminat," pungkasnya.
Baca Juga: PPDB 2023, Puluhan Siswa SD Daftar ke SMPN Gresik Lewat Jalur Tahfidz
Sementara itu, Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan pihaknya akan memaksimalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Gresik Pintar (KGP) untuk membantu siswa tidak mampu yang sekolah diswasta.
"Sehingga mereka tetap bisa bersekolah," ungkap Herawan. (rof)
Editor : Hany Akasah