RADAR GRESIK – Suasana dini hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terasa berbeda pada Rabu (18/3).
Keheningan bulan suci Ramadan seketika berubah menjadi momen penuh kehangatan saat rombongan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muniroh Ujungpangkah hadir membawa misi sosial bertajuk "Sahur Bersama Warga Binaan".
Kegiatan yang sarat akan nilai kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh pengasuh Ponpes Al Muniroh, Gus Muhammad Kurdi, didampingi sembilan perwakilan santri. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Gresik, Anggi Fauzi, beserta jajaran staf di area selasar rutan.
Dalam kunjungannya, Ponpes Al Muniroh menyalurkan sedikitnya 320 paket makanan sahur bergizi untuk dibagikan kepada para warga binaan.
Program ini merupakan bentuk kepedulian nyata sekaligus upaya menebar keberkahan di tengah bulan suci, mengingatkan bahwa kasih sayang tidak terbatas oleh dinding pembatas.
Gus Muhammad Kurdi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan sarana edukasi bagi para santri untuk menumbuhkan rasa empati yang mendalam. Dengan terjun langsung, para santri diajak melihat sisi humanis dari saudara-saudara yang sedang menjalani masa pembinaan.
Baca Juga: Sentuhan Tangan Dingin Owner Stesa, Jadikan Soft Yellow Primadona Hijab Baru di Hari Raya
“Kami ingin menanamkan kepada para santri pentingnya peduli kepada sesama tanpa memandang latar belakang, termasuk kepada saudara-saudara kita di rutan. Ini adalah bagian dari perjalanan spiritual untuk menghargai setiap kesempatan hidup,” ujar Gus Kurdi dengan penuh ketulusan.
Apresiasi tinggi turut datang dari Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko. Menurutnya, perhatian dari masyarakat luar seperti ini memiliki dampak psikologis yang sangat positif bagi para warga binaan.
Dukungan moral ini membuat mereka merasa tetap dianggap sebagai bagian dari masyarakat, yang pada gilirannya memberikan semangat tambahan untuk memperbaiki diri.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian Ponpes Al Muniroh. Bantuan ini tidak hanya dinikmati sebagai hidangan sahur yang nikmat, tetapi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi warga binaan kami,” tutur Eko.
Ia berharap aksi mulia ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi maupun elemen masyarakat lainnya untuk turut berbagi kebaikan.
Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan keagamaan seperti ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi serta memberikan dampak jangka panjang bagi proses reintegrasi sosial para warga binaan.
Baca Juga: Infrastruktur Perusahaan Hambat Normalisasi Kali Tengah, DPUTR Gresik Desak Solusi Banjir Driyorejo
Acara sahur bersama tersebut ditutup dengan doa lintas ruang, sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar bulan Ramadan tahun ini membawa transformasi positif dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. (jar/han)
Editor : Hany Akasah