Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kinerja Anggota DPD RI Meningkat, Lia Istifhama Raih Tingkat Kepuasan Tertinggi Masyarakat Jatim, Ini Kata Pengamat Politik

Hany Akasah • Kamis, 5 Juni 2025 | 16:47 WIB
DEKAT: Ning Lia Istifhama begitu dekat dengan ibu-ibu di Tulungagung.
DEKAT: Ning Lia Istifhama begitu dekat dengan ibu-ibu di Tulungagung.

RADAR GRESIK - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan survei terbaru dari Arci Academy, tingkat pengenalan masyarakat terhadap sosok anggota DPD RI kini telah mencapai 63,7 persen, sementara sisanya 36,3 persen mengaku belum mengenal para anggota secara spesifik.

Menariknya, dari hasil survei yang sama, Lia Istifhama mencatat tingkat kepuasan publik tertinggi di antara anggota DPD RI asal Jawa Timur, yakni 70,5 persen. Ia unggul jauh dibandingkan nama-nama lain seperti AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (21,6 persen), Ahmad Nawardi (4,2 persen) serta Kondang Kusumaning Ayu yang hanya memperoleh 3,7 persen karena dinilai minim eksistensi kinerja di mata publik.

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Mubarok, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, Lia Istifhama berhasil membangun pola komunikasi politik yang membumi dan mengakar, menjadikan lembaga DPD semakin dikenal publik, bukan hanya di kalangan elit, tetapi juga di masyarakat akar rumput.

"Ning Lia mampu menghadirkan langkah pikir baru yang terlatih dan berorientasi pada konstituen. Ia memulai tradisi politik yang segar dan menghadirkan inovasi dalam menyuarakan aspirasi daerah," jelas Mubarok.

Senada dengan itu, pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Fahlul Muzaqqi, menyebut kehadiran Ning Lia Istifhama telah memberi warna baru dalam dinamika DPD RI, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Timur.

“Kehadiran Ning Lia bukan sekadar formalitas perwakilan daerah. Ia menjadi jembatan antara pusat dan daerah, antara desa dan kota. Ini penting untuk memastikan aspirasi daerah tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk politik nasional,” tegas Fahlul.

Sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, PMII, dan HKTI, pengalaman Ning Lia dianggap menjadi modal sosial yang kuat. Hal ini memungkinkan ia menyuarakan kepentingan masyarakat dengan lebih substantif dan efektif, khususnya dalam fungsi pengawasan dan legislasi di tingkat nasional.

“Keaktifan Ning Lia di berbagai organisasi keagamaan dan sosial memperlihatkan konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial dan pembangunan yang merata. Maka wajar jika tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya sangat tinggi,” tambah Fahlul.

Capaian ini menunjukkan bahwa figur yang dekat dengan rakyat dan aktif menjalin komunikasi dua arah akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

“Di tengah stagnasi kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara, munculnya tokoh seperti Ning Lia Istifhama membawa harapan baru bagi penguatan demokrasi yang berbasis nilai-nilai lokal dan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#muslimat #politik #jatim #Kepuasan #pmii #Lia Istifhama #Ning Lia #Masyarakat #DPD RI #la nyalla #Kinerja