Kebomas- Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2024-2029, Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik pada Selasa (27/08). Menariknya pasangan Ya-Alif ini diusung oleh seluruh partai politik (Parpol) parlemen dan non parlemen. Strategi borong rekom yang digunakan Asluchul Alif sejak awal nampaknya menjadi kunci mulusnya kedua pasangan ini membawa gerbong besar datang ke KPU.
Seiring dengan pendaftaran paslon Ya-Alif, calon kepala daerah dari partai penguasa PKB, M Syahrul Munir merilis pernyataan resmi pengunduran diri sebagai calon kepala daerah karena tidak kunjung mendapatkan pasangan calon wakil bupati.
"Memasuki masa pendaftaran ini, secara berat hati saya sampaikan bahwa saya tidak kunjung mendapatkan paslon calon wakil bupati sebagai syarat pendaftaran ke KPU. Dinamika politik di Gresik cukup berat. Selama masa sosialisasi 4 bulan terakhir saya merasakan langsung bahwa masyarakat menginginkan perubahan dalam tatanan politik," tulis M. Syahrul Munir yang disampaikan kepada tim sukses dan relawan.
Hal ini tentu membuat bapaslon Ya-Alif diprediksi akan menjadi calon tunggal pada Pilkada Gresik 2024. Nah, informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak, munculnya pasangan calon Yani - Alif sebenarnya sudah dipersiapkan sejak jauh hari sebelum Pilkada. Meskipun untuk keputusan akhir tetap mengikuti kondisi politik nasional.
"Dalam perjalanannya baik mas Yani dan Mas Alif ini sama-sama sering komunikasi. Mereka memiliki prinsip yang sama Pilkada Gresik 2024 harus efisien, cepat dan damai. Sikap bijaksana inilah yang membuat akhirnya mereka bisa bersama," kata salah satu kader Partai Gerindra yang keberatan namanya ditulis.
Sinyal lain juga sebenarnya pernah disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah pada acara Media gathering bupati dan wakil bupati Gresik di Batu Malang, pada 18-19 November 2022. Dalam kesempatan itu, Bu Min (sapaan akrabnya) menyampaikan jika Pilkada 2024 belum tentu dirinya maju kembali.
"Kita tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa. Bisa saja saya tidak bersama Gus Yani lagi," kata Bu Min dalam sambutannya saat itu.
Tentu saja, sinyal demi sinyal ini diperkuat dengan dinamika partai politik di kota wali yang disebut sebagian kalangan sangat dinamis. Hingga H-7 menjelang pendaftaran tidak ada satu partai politik yang mendeklarasikan diri maju sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Gresik. Bahkan PDIP sebagai partai pengusung pasangan Yani - Aminatun Habibah sampai rela merevisi surat rekomendasi karena proses koalisi yang deadlock.
Baca Juga: Didampingi Pengurus DPC, Bupati Gresik Petahana Fandi Akhmad Yani Terima Rekomendasi Partai Demokrat
Sebenarnya wakil bupati Aminatun Habibah sudah berupaya mencari rekomendasi ke Partai Demokrat. Kemunculan Bu Min dengan mengenakan baju partai berlogo mercy itu sempat viral ditengah masyarakat. Namun, arah politik seketika berubah 360 derajat saat Asluchul Alif bersedia menjadi pendamping Gus Yani untuk maju dalam Pilkada 2024.
Benarkah hadirnya pasangan Yani - Alif ini merupakan grand design yang sudah disiapkan sejak lama?
Bersambung.....