RADAR GRESIK - Rekapitulasi suara calon DPD RI dihitung di tingkat propinsi, telah memasuki hari kedua, pada 4/3. Masih berlangsung di hotel Shangrilla, Surabaya, Kabupaten Kota yang telah direkap di hari pertama adalah Tuban.
Bojonegoro, Tulungagung, Kab Blitar, Kota Blitar, dan Kab Kediri. Sedangkan pada hari kedua, Senin ini adalah Kota Kediri, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Pacitan, Nganjuk, dan Kota Madiun.
Dari Kabupaten Kota tersebut, keponakan Khofifah Dr. Lia Istifhama meraih suara memuaskan, bahkan beberapa sebagai suara terunggul atau terbanyak, ketimbang calon senator lainnya. Adalah Kabupaten Bojonegoro, satu diantara wilayah yang mana Ning Lia meraih posisi puncak.
Sebagai informasi, Bojonegoro, memiliki DPT Pemilu 2024, sebanyak 1.033.836 Pemilih, sedangkan Ketua KPU Bojonegoro, adalah Fatkhur Rohman.
Proses tak mengkhianati hasil, Lia sapaan akrab aktivis perempuan tersebut, meraih suara 96.074. Raihan suara ini dinilai selarasa dengan proses politik yang dijalankan oleh ‘srikandi NU’ tersebut. Disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Bojonegoro Mustakim.
“Ning Lia bukan sosok baru bagi masyarakat. Ia sudah beberapa kali hadir mengisi ruang publik dan penyapaan langsung, diantaranya gelaran festival pasar rakyat yang mana ning Lia menggandeng Dinas Peternakan Jatim dan Dinas Kehutanan Jatim. Jadi kalau lihat elektabilitas murni, ning Lia memang layak meraih suara puncak," katanya.
Mustakim menambahkan, bahwa dirinya berharap hadirnya Lia Istifhama yang disebut-sebut selangkah menuju senayan, mampu membuat bangga para warga Nahdliyyin.
“Semoga ning Lia mampu memberikan warna yang sangat berbeda, peran yang sangat strategi jika sudah melenggang sebagai senator," katanya.
Mustakim sendiri, merupakan calon DPRD terpilih Kabupaten Bojonegoro. Ketua GP Ansor Periode 2020-2024, yang berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa. Memiliki nomer urut dua, Mustakim sukses meraih simpati masyarakat dan mendapatkan raihan suara 8.214.
Tak ayal, suksesnya Mustakim menambah deretan kader NU yang menjadi perwakilan rakyat. (han)
Editor : Hany Akasah