"Kami mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait kerusakan eks JPD," ujar Hamdi.
Menurut dia, perlu ada pembahasan khusus terkait penggunaan anggaran Rp 300 miliar lebih yang disiapkan tahun ini. Sehingga, penggunaannya bisa lebih terarah dan tepat sasaran. "Jangan sampai nanti jalan yang kerusakannya belum parah dibangun lagi. Tapi yang belum pernah terbangun kembali dilupakan," ungkapnya.
Ia mengatakan nantinya pihaknya akan memanggil Dinas PU untuk melakukan klarifikasi. Konsep pembangunnya nanti seperti apa. Termasuk pola konstruksinya.
"Yang benton mana yang aspal mana. Nanti akan kami klarifikasi sebelum kegiatan dimulai," imbuhnya.
Sebelumnya, Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Gresik fokus memperbaiki jalan rusak. Tahun ini, Pemkab menggelontor anggaran ratusan miliar untuk melakukan pembangunan.
"Anggarannya Rp 300 miliar lebih. Nantinya untuk melakukan peningkatan 36 ruas, rekonstruksi 4 ruas, rehab dan pemeliharaan ada 10 ruas," ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Gresik Eddy Pancoro.
Dikatakan, nantinya untuk kontruksinya memakai dua jenis. Yakni, aspal dan beton. Untuk wilayah utara bakal menggunakan kontruksi aspal. "Kalau yang selatan nanti akan menggunakan beton. Namun, melihat kondisi tanahnya," kata dia. (rof) Editor : Hany Akasah