RADAR GRESIK – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik terus berkomitmen untuk memaksimalkan kualitas infrastruktur jalan di seluruh penjuru wilayah.
Dalam kegiatan diskusi yang digelar di Kantor DPUTR Gresik, Selasa (23/12), dipaparkan berbagai langkah strategis untuk meminimalisasi kerusakan jalan demi menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menegaskan bahwa sejak tahun 2021 hingga saat ini, pihaknya telah menyelesaikan berbagai titik perbaikan jalan kabupaten.
Bahkan, pemerintah daerah turut aktif memberikan dukungan lahan untuk pelebaran jalan nasional yang ditargetkan tuntas pada tahun 2025 mendatang. Komitmen ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam menyediakan akses jalan yang layak dan aman.
Berdasarkan data teknis, total panjang jalan kabupaten di Gresik tercatat mencapai 566,61 kilometer. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan dengan kategori baik tercatat sepanjang 272,02 km (48,01%), kategori sedang sepanjang 127,19 km (22,45%), rusak ringan 147,65 km (26,06%), dan rusak berat menyisakan 19,75 km (3,48%).
Secara akumulatif, tingkat kemantapan jalan yang mencakup kategori baik dan sedang kini sudah mencapai 399,21 km atau 70,46%.
Dilihat dari jenis perkerasannya, jalan aspal hotmix masih mendominasi dengan panjang 272,54 km. Disusul oleh jalan paving sepanjang 224,93 km, konstruksi beton 53,07 km, serta sisanya berupa lapen, makadam, hingga telford dan tanah dengan persentase yang sangat kecil.
Selain jalan, kondisi 279 unit jembatan di wilayah kabupaten juga terus dipantau, dengan mayoritas berada dalam kondisi baik dan sedang.
Memasuki tahun anggaran 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik telah menyiapkan rencana kerja yang masif melalui 27 paket pekerjaan. Rinciannya terdiri dari 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran jalan, 2 paket rekonstruksi, serta 3 paket pekerjaan jembatan yang meliputi pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung di Pulau Bawean.
Total volume lelang pekerjaan jalan tahun 2025 diproyeksikan mencapai 18.090,5 meter. Jika ditambah dengan agenda pemeliharaan rutin sepanjang 6.377 meter, maka secara keseluruhan DPUTR akan menangani perbaikan jalan mencapai 24.467,5 meter pada tahun depan.
Angka ini menunjukkan keseriusan dinas dalam mengejar target kemantapan jalan kabupaten yang lebih tinggi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menambahkan bahwa sistem penanganan infrastruktur dilakukan berdasarkan skala prioritas dan laporan masyarakat. Respon cepat terhadap kerusakan jalan diakomodasi melalui layanan terpadu 112 "Lapor Gus", yang memungkinkan warga memberikan masukan langsung mengenai kondisi di lapangan.
Untuk program prioritas tahun depan, salah satu fokus utama adalah peningkatan ruas Jalan Bungah-Dukun sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang akan dilebarkan hingga 8 meter. Proyek ini akan dilengkapi dengan rabat beton di sisi kanan dan kiri untuk mengatasi masalah permukaan jalan yang bergelombang.
Selain itu, pembetonan juga akan dilakukan di ruas Jalan Duduksampeyan-Betoyo Suci sepanjang 600 meter yang berbatasan dengan jalan nasional. Melalui berbagai inovasi dan kerja keras ini, Pemerintah Kabupaten Gresik optimis dapat menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas guna meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (jar/han)
Editor : Hany Akasah