Radar Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik mengambil langkah strategis dalam penguatan tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Melalui peluncuran portal Kepegawaian Data Online (Kedaton), BKPSDM Kabupaten Gresik melakukan transformasi digital birokrasi yang berorientasi pada akurasi data, integrasi sistem, serta peningkatan kualitas pengambilan kebijakan publik.
Peluncuran Kedaton dilatarbelakangi kebutuhan mendasar akan sistem manajemen kepegawaian yang mampu menjawab kompleksitas organisasi pemerintahan modern. Dengan jumlah ASN mencapai 9.486 orang per 1 Desember 2025, terdiri dari 6.359 PNS dan 3.127 PPPK, tata kelola data yang presisi menjadi krusial. Struktur ASN Gresik yang didominasi jabatan fungsional sebanyak 6.833 orang menunjukkan arah kebijakan kepegawaian yang menitikberatkan pada kompetensi dan kinerja, bukan semata struktur hierarkis.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, peluncuran portal ini merupakan instrumen penting dalam memperkuat profesionalisme birokrasi daerah. Sebab transformasi digital manajemen kepegawaian bertumpu pada dua aspek utama, yakni kualitas data dan disiplin ASN. Data kepegawaian yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Data yang akurat mencerminkan tanggung jawab dan profesionalisme. Sedangkan kedisiplinan mencerminkan integritas serta komitmen ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Yani.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif menambahkan, Kedaton dirancang sebagai platform terpadu yang mengonsolidasikan berbagai aplikasi layanan kepegawaian seperti SIMPEG, SIPANTAS, PRESTIGE, dan SATMATA dalam satu ekosistem digital dengan akses tunggal. Sistem ini dilengkapi pengamanan multi-factor authentication (MFA) untuk menjamin keamanan data ASN.
"Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, keberadaan basis data terintegrasi melalui Kedaton memungkinkan pemetaan kompetensi ASN secara lebih objektif. Informasi yang tersaji secara real time juga mendukung evaluasi kinerja berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga kebijakan kepegawaian tidak lagi bertumpu pada pendekatan administratif semata, melainkan pada analisis data yang terukur," imbuh Wabup Alif.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo menuturkan, pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem kepegawaian merupakan prasyarat bagi terwujudnya pemerintahan yang akuntabel. Sebab akurasi data berimplikasi langsung pada keadilan layanan ASN dan pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik.
“Inovasi digital seperti Kedaton bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi kebutuhan dasar agar setiap kebijakan kepegawaian diambil berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Agung Endro.
Pada bagian lain, kinerja BKPSDM Pemkab Gresik sepanjang 2025 juga tercermin dari berbagai capaian prestisius. Pemerintah Kabupaten Gresik berhasil meraih BKN Award 2025 sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik III se-Indonesia di tingkat nasional.
Selain itu, tiga penghargaan tingkat provinsi diraih dalam Rakor CASN dan Manajemen Talenta, meliputi layanan penetapan NIP terbaik, penuntasan disparitas data terbaik, serta manajemen kenaikan pangkat terbaik III. Prestasi lain diperoleh melalui ASN Achievement Awards 2025 dengan predikat Juara III kategori Implementasi Corporate University Terbaik.
Sementara itu, peluncuran Kedaton turut dirangkai dengan Kepegawaian Award 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah yang menunjukkan kinerja unggul dalam pengelolaan data dan penerapan disiplin ASN. Bupati Gresik menilai mekanisme penghargaan ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi objektif sekaligus pemicu terciptanya budaya kerja yang kompetitif dan berintegritas.
Editor : Cak Fir