Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Atasi Kemiskinan, Pemkab Gresik Bakal Fasilitasi Sekolah Rakyat Terintegrasi

Fajar Yuliyanto • Selasa, 2 Desember 2025 | 14:58 WIB
VISITASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI, Robben Rico, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang, Minggu (30/11).
VISITASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI, Robben Rico, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang, Minggu (30/11).

 

RADAR GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik terus memantapkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak keluarga prasejahtera. Langkah ini ditandai dengan visitasi yang dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI, Robben Rico, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang, Minggu (30/11).

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk mempelajari secara langsung praktik terbaik pengelolaan SRT yang telah lebih dulu berhasil di Semarang. Program tersebut berada di bawah operasional Kemensos dan dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui model pendidikan berasrama setara SD, SMP, dan SMA bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan visitasi ini menjadi langkah awal Pemkab Gresik untuk mengembangkan fasilitas pendidikan terintegrasi serupa.

“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana mengelola SRT yang menampung siswa SD hingga SMA. Harapannya, program ini bisa direplikasi di Kabupaten Gresik untuk memperkuat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Bupati Yani.

STUDI BANDING: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 jenjang SD di Semarang.  
STUDI BANDING: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 jenjang SD di Semarang.  

Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik direncanakan berdiri di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, di atas lahan lebih dari 5 hektare. Fasilitasnya akan dirancang lengkap—mulai dari ruang belajar, asrama, fasilitas olahraga, laboratorium, hingga ruang terbuka hijau sebagai penunjang pembentukan karakter dan kesehatan anak.

“Dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, SRT Gresik akan memiliki 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, serta gedung olahraga dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” jelasnya.

Bupati Yani menilai, SRT 45 Semarang menjadi contoh keberhasilan integrasi pendidikan, karakter, dan vokasi. Sekolah ini menyediakan fasilitas laptop bagi guru dan siswa, asrama yang memadai, serta lingkungan belajar yang mendukung pencapaian akademik dan keterampilan sosial.

“Kami berharap praktik baik dari SR 45 Semarang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan karakter masyarakat di Kabupaten Gresik,” tambah Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kemensos RI Robben Rico menegaskan bahwa sekolah rakyat merupakan bentuk nyata inklusi pendidikan bagi anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan formal.

Menurutnya, sekolah rakyat bukan sekadar alternatif, tetapi ruang pemulihan sosial yang membuka masa depan bagi anak-anak keluarga prasejahtera.

“Program ini mengembalikan mimpi anak-anak. Mereka yang dulu tidak percaya diri, sekarang mulai berani bercita-cita menjadi guru, direktur, atau profesional,” ujarnya.

Robben menekankan tiga prinsip utama sekolah rakyat memuliakan orang kecil, menjangkau yang belum terjangkau pendidikan dan mewujudkan hal yang tampak mustahil

Ia juga mengungkapkan Kemensos menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Robben menjelaskan bahwa pentingnya SRT semakin relevan karena masih banyak anak yang belum mengenyam pendidikan formal. Di Jawa Tengah tercatat 13.864 anak usia 7–12 tahun, dan di Jawa Timur 23.041 anak, yang belum bersekolah.

“Sekolah rakyat adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan yang merata,” tegasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #Sekolah Rakyat Terintegrasi #fandi akhmad yani #gresik #gus yani #BUPATI