Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gelar Musrembang, Dinas KBPPPA Pemkab Gresik Persiapkan Perempuan Jadi Penggerak Utama Pembangunan Inklusif

Hany Akasah • Kamis, 27 November 2025 | 16:55 WIB
SINERGI PEMBANGUNAN: Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif memberikan sambutan saat Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif.
SINERGI PEMBANGUNAN: Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif memberikan sambutan saat Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif.

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan inklusif dengan menggelar Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif” di Pemkab Gresik, Kamis (27/11/25).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan daerah, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, M.H., menegaskan forum ini merupakan pengganti Musrenbang Perempuan tingkat kabupaten. Tujuannya, memperkuat sinergi berbagai pihak agar perempuan semakin aktif terlibat dalam pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, perempuan diharapkan berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan,” ujar dr. Titik.

Ia menambahkan, Pemkab Gresik juga menyediakan Tempat Penitipan Anak (TPA) gratis dengan tenaga pengasuh bersertifikasi sebagai bentuk dukungan nyata bagi perempuan pekerja.

Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif  dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh organisasi perempuan.

“Beban Pemkab Gresik berat, tidak bisa sendiri. Perlu bantuan ibu-ibu untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada di Gresik,” tegasnya.

Ia berharap Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mampu menyinergikan seluruh organisasi perempuan sehingga mampu memperkuat peran perempuan di kabupaten ini.

Ketua GOW Gresik, dr. Hj. Shinta Puspitasari Asluchul Alif, M.Kes., menyatakan kesiapan organisasi untuk mengadopsi dan menyosialisasikan berbagai program pemerintah.

“Perempuan tidak bisa disepelekan. Jumlah kita luar biasa dan kita kuat,” ujarnya penuh optimisme.

Penguatan Kapasitas Perempuan Menuju Pembangunan Inklusif

Pemaparan materi inti disampaikan fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG), One Widyawati, S.K.M., M.Kes. Ia menekankan bahwa perempuan harus mampu menjadi penggerak perubahan dengan memahami dan mengaktualisasikan potensinya.

“Perempuan yang berkualitas adalah perempuan yang mampu mengidentifikasi potensi diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan inklusif tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga laki-laki, anak, difabel, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

 Baca Juga: Kanwil DJP Jatim II Turun ke Gresik Perkuat Layanan Pajak dan Transisi ke Coretax

Dalam forum tersebut, beberapa isu strategis di Kabupaten Gresik turut dibahas, antara lain tingginya angka pernikahan anak, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, anak tidak sekolah, pekerja migran ilegal hingga rendahnya pemahaman pola asuh.

“Seluruh peserta diminta aktif mengusulkan aspirasi dan solusi dalam Musrenbang Pemkab Gresik agar pembangunan daerah benar-benar inklusif dan tidak meninggalkan satu pun warganya,” katanya. (ale/han)

Editor : Hany Akasah
#pembangunan #Pemkab #Dinas KBPPPA #Musrebang #gresik #PEREMPUAN