RADAR GRESIK - Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gencar membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Terbaru, dilakukan pembentukan Destana di Desa Domas Menganti, Senin-Selasa (13-14/10). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti perangkat desa serta puluhan perwakilan warga yang diundang sebagai peserta pelatihan.
“Gresik berada di wilayah yang dikelilingi empat sesar aktif. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri. Sesuai arahan Pemerintah Pusat, pada tahun 2045 Indonesia ditargetkan menjadi negara tangguh bencana,” pesan Sukardi Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Gresik.
Sukardi juga menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana. Selain ikut melaporkan kejadian melalui layanan darurat Pemkab Gresik 112, respons juga diperlukan dalam tiga tahapan utama penanggulangan bencana sebagaimana filosofi simbol segitiga BPBD, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemulihan.
Sementara itu Sri Retnowati, Kepala Desa Domas Menganti mengapresiasi program pembentukan Destana oleh Pemkab Gresik. "Manfaatnya sangat besar, karena (masyarakat) desa jadi tahu bagaimana caranya mengatasi apabila ada bencana," ungkapnya.
Pasca-pelatihan, peserta akan ia minta mensosialisasikan kepada warga yang lain.
Pembentukan Destana ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat. Peningkatan kapasitas dianggap salah satu bagian penting dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Mengingat Indonesia menempati peringkat kedua dari 193 negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, mengacu pada laporan World Risk Report (WRR) 2024. Tingginya risiko ini sebagai konsekuensi letak Indonesia dari sisi geologis dan geografis
Menurut penilaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indeks Risiko Bencana Kabupaten Gresik tahun 2024 berada pada level sedang dengan nilai indeks sebesar 105.07 poin berkurang dari tahun 2023 yang sebesar 110.54 poin.
Menunjukkan peningkatan kinerja pengurangan risiko bencana oleh Pemerintah Daerah melalui peningkatan kapasitas pemerintah serta masyarakat.
Setiap tahun ditargetkan setidaknya 20 Desa Tangguh Bencana (Destana) dibentuk di Kabupaten Gresik. Hingga Oktober 2025, total sudah 147 desa yang sudah berstatus Destana. Upaya ini dilakukan agar kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana makin kuat sehingga risiko bencana bisa diminimalisir. (han)
Editor : Hany Akasah