RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik mengambil langkah cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait minimnya kesempatan kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE.
Disnaker Gresik hari ini, Selasa (30/9), akan berkoordinasi dan memanggil pihak konstruksi manajemen di kawasan JIIPE.
Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa hari ini ia bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan langsung bertemu dengan pihak konstruksi KEK JIIPE.
“Iya hari ini akan ke KEK JIIPE menanyakan ada berapa orang yang akan dibutuhkan di JIIPE tersebut,” kata Zainul, saat ditemui di kantornya.
Zainul menegaskan bahwa dalam proses rekrutmen, pihaknya harus bersikap objektif dan profesional. Namun, ia juga berharap perusahaan di JIIPE memberikan kesempatan prioritas bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
“Diharapkan perusahaan juga memberikan kesempatan untuk masyarakat Kabupaten Gresik yang ingin bekerja atau memperluas bekerjanya,” ujarnya.
Data Disnaker mencatat, saat ini melalui platform GresikKerja terdapat 4.358 kebutuhan pekerja dari 325 lowongan dan 301 perusahaan. Sementara itu, data pencari kerja (pencaker) di Gresik mencapai 8.546 orang.
Langkah ini diambil setelah ratusan warga memadati halaman Kantor Pemkab Gresik pada Senin (29/9) lalu. Mereka menyampaikan keluhan langsung kepada Bupati Fandi Akhmad Yani terkait terbatasnya kesempatan kerja di KEK JIIPE.
Bupati Gresik, yang akrab disapa Gus Yani, menegaskan bahwa rekrutmen tidak pernah dipersulit, melainkan harus sesuai dengan kualifikasi.
"Kalau ada yang bilang sulit, mari kita lihat dulu kompetensinya. Perusahaan pasti mencari tenaga kerja sesuai keahlian yang dibutuhkan. Jadi ini bukan semata-mata salah JIIPE atau pemerintah. Kami ingin warga Gresik tetap diprioritaskan, tapi tetap harus sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan,” terang Gus Yani.
Menurutnya, jika ada warga Gresik yang belum diterima di JIIPE, kemungkinannya ada dua: belum mendapat giliran kesempatan atau keahlian pelamar belum sesuai dengan kualifikasi.
“Untuk keluhan ini, pemerintah daerah melalui Disnaker akan memanggil pihak konstruksi, manajemen JIIPE, dan perwakilan warga. Kita akan duduk bersama mencari solusi. Harapannya, warga yang belum mendapat pekerjaan bisa segera terserap,” tegasnya. (jar/han)
Disnaker Gresik berharap pertemuan dengan pihak konstruksi dan manajemen JIIPE ini menjadi langkah konkret Pemkab untuk memastikan bahwa warga Gresik benar-benar mendapat prioritas dalam penyerapan tenaga kerja.
(Jar)
Editor : Hany Akasah