RADAR GRESIK – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi Republik Indonesia dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada 8 September 2025. Ferry menggantikan Budi Arie Setiadi dengan mandat untuk meningkatkan kinerja dan peran koperasi dalam perekonomian nasional agar menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Ferry yang lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967 ini merupakan teknokrat dan aktivis yang mapan di bidang pengembangan ekonomi kerakyatan dan koperasi.
Dia memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan bisnis, lulus Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjadjaran pada 1993 dan S2 Ekonomi Politik Internasional dari Universitas Indonesia pada 2006.
Sebelum menjadi Menteri, Ferry menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi dan memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai organisasi perkoperasian. Sejak 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Sekretaris Dewan Pengurus Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) sejak 2018.
Ia juga aktif sebagai Ketua Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) dan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Syarikat Islam periode 2021-2026. Di ranah politik, Ferry merupakan Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.
Di dunia koperasi, Ferry dikenal sebagai tokoh yang gigih membangkitkan koperasi petani dan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan. Ia pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia sejak 2005 dan Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan). Ferry juga pernah memimpin Asosiasi Pedagang Pasar dan Asosiasi Pemasok Batubara Indonesia.
Sebagai Menteri Koperasi, Ferry berfokus pada strategi tiga pilar yakni rebranding koperasi untuk menarik generasi muda, digitalisasi koperasi, serta penguatan tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia koperasi. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan aset koperasi agar dapat bersaing dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebagai figur yang berpengalaman, Ferry Joko Yuliantono diharapkan mampu membawa sektor koperasi Indonesia ke arah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di era modern.
(zah)