RADAR GRESIK – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Gresik. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Pardi, telah berpulang wafat pada Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 19.30 WIB. Kepergian sosok pemimpin berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi insan pendidikan dan keagamaan, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Gresik.
Pardi selama hidupnya dikenal sebagai figur yang ikhlas, berdedikasi tinggi, dan teladan dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan pelayanan keagamaan di Gresik. Komitmennya yang kuat dalam sektor tersebut diakui oleh berbagai kalangan, menjadikan kepergian beliau sebuah kehilangan besar.
Penyebab wafatnya Kepala Kemenag Gresik ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik, Lulus. "Jantung menurut infonya," ungkap Lulus saat dikonfirmasi.
Lulus menambahkan alma. Saat ini, pihaknya sedang dalam perjalanan menuju rumah duka almarhum di Sidoarjo.
Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tak kenal lelah dalam membina dan mendampingi seluruh jajaran ASN dan pegawai Kemenag Gresik. Semasa hidupnya, Dr. H. Pardi kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan publik di lingkungan Kemenag berjalan optimal.
Salah satu momen yang membekas adalah melakukan pembinaan dan pengarahan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur melalui konsep SYUKUR yang menjadi pedomannya dalam memimpin. SYUKUR merupakan akronim Smart (cerdas), Yaqin (keyakinan yang kuat), Usaha Maksimal (berupaya sebaik mungkin), Kompak (kerja sama yang solid), Utility (bermanfaat bagi orang lain) dan Rahmah (penuh kasih sayang dalam melayani)
“Akronim SYUKUR inilah yang selalu saya tekankan. Saya berharap ini bisa menjadi pedoman kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap almarhum kala itu dengan penuh semangat.
Kepemimpinan Dr. H. Pardi di Gresik dikenal sejuk dan mengayomi. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kemenag Kota Surabaya, dan meninggalkan kesan mendalam berkat pendekatan komunikatif dan sikap bersahaja. (jar/han)
Editor : Hany Akasah