Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Mahasiswa Asal Gresik Ceritakan Ketegangan Genjatan Rudal di Iran dan Israel Jelang Dievakuasi Pulang ke Indonesia

Hany Akasah • Kamis, 26 Juni 2025 | 05:13 WIB

Situasi mencekam di Iran pasca memanasnya konflik regional turut dirasakan oleh Ali Murtadho, mahasiswa asal Gresik yang sedang menempuh pendidikan di Iran.
Situasi mencekam di Iran pasca memanasnya konflik regional turut dirasakan oleh Ali Murtadho, mahasiswa asal Gresik yang sedang menempuh pendidikan di Iran.

RADAR GRESIK – Situasi mencekam di Iran pasca memanasnya konflik dengan Israel turut dirasakan oleh Ali Murtadho, 20 mahasiswa asal Gresik yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut. Ia termasuk dalam rombongan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dan kini telah tiba dengan selamat di tanah air.

Ali menceritakan pengalamannya saat berada di Iran, tepatnya di Kota Qom, sebelum dievakuasi menuju perbatasan Azerbaijan dan akhirnya kembali ke Indonesia melalui Istanbul, Turki.

"Terakhir kami berada di Teheran, tepatnya menginap semalam di gedung KBRI. Saat itu kondisi cukup mencekam, meskipun tidak sampai terjadi serangan langsung karena iron drone Iran berhasil menepis ancaman udara. Serangan Israel tidak sampai menyentuh tanah karena bisa dihalang iron drone," jelas Ali kepada media, Selasa (25/6).

Ia menambahkan, sebelum konflik semakin memanas, kelompok WNI di Iran telah diarahkan menuju perbatasan Azerbaijan untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi. Di sana mereka sempat menunggu selama dua hari sebelum mendapat akses penerbangan ke Istanbul dan dilanjutkan ke Indonesia.

Baca Juga: Merangkai Harmoni Hukum, Disertasi Omnibus Politisi Senior Gresik M Syafi AM Tawarkan Solusi Penataan Perda di Indonesia

"Saya sendiri tinggal di Qom, yang relatif aman dan tidak terdampak langsung oleh serangan. Namun di Teheran, banyak warga lokal memilih meninggalkan kota karena kekhawatiran yang meningkat. Proses belajar mengajar sebagian masih berjalan, terutama ujian akhir semester, meskipun beberapa perguruan tinggi memilih menunda kegiatan akademik," ujarnya.

Proses evakuasi, menurut Ali, berjalan cukup tertib meski diwarnai sejumlah kendala teknis, termasuk kepadatan penerbangan dan masalah komunikasi.

"Di perbatasan Azerbaijan, kami sempat kesulitan mengakses internet. Kontak dengan keluarga pun baru bisa dilakukan setelah sampai di wilayah dengan jaringan yang stabil. Tidak ada pembatasan karena selain WNI juga ada warga dari Cina," jelasnya.

Ia bersyukur dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. "Alhamdulillah, kami merasa aman selama proses evakuasi. Namun, masih ada sekitar 100 mahasiswa dan WNI lain yang belum dievakuasi. Rencananya akan ada gelombang kedua evakuasi dalam waktu dekat," tuturnya.

Sebagai mahasiswa yang telah tinggal di Iran selama 1 tahun 8 bulan, Ali menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya yang masih berada di sana.

"Saya berharap teman-teman tetap tenang, menjaga keselamatan, dan mengikuti arahan dari KBRI. Insya Allah, semua akan pulang ke tanah air dalam keadaan selamat," katanya. (han)

Editor : Hany Akasah
#rudal #genjatan senjata #konflik #gresik #Israel #Pulang #Mahasiswa #iran