Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kisah Perjuangan PPIH Selama Haji 2025, Anggota DPD RI Lia Istifhama Berikan Apresiasi Kesuksesan dan Dedikasi Layanan Kemenag

Hany Akasah • Jumat, 20 Juni 2025 | 13:39 WIB
Dr Lia Istifhama (kanan) dan tengah kiri dr Nila Hapsari saat pendampingan haji bersama PPIH lainnya.
Dr Lia Istifhama (kanan) dan tengah kiri dr Nila Hapsari saat pendampingan haji bersama PPIH lainnya.

RADAR GRESIK - Musim haji 2025 akan selalu dikenang sebagai salah satu penyelenggaraan ibadah haji terpadat sepanjang sejarah. Jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia membanjiri Tanah Suci, menciptakan tantangan logistik dan kemanusiaan yang luar biasa.

Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, terselip kisah-kisah inspiratif tentang dedikasi tanpa batas dari para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berhasil menjaga martabat pelayanan, bahkan saat jemaah membeludak. Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pun menuai pujian atas kinerja maksimal mereka.

Di antara ribuan petugas yang bertugas, ada dr. Nila Hapsari Rachmat Ilahi, seorang dokter kesehatan haji asal Gresik. Raut lelah tak mampu menyembunyikan senyum tulusnya saat menceritakan pengalaman melayani jemaah di tengah padatnya Makkah dan Madinah.

"Kami sangat merasakan Kemenag luar biasa. Kami sebagai petugas kesehatan ditanamkan nilai-nilai pelayanan tanpa pilih kasih," ungkap dr. Nila dengan mata berbinar.

"Semua jemaah dilayani dengan sepenuh hati. Bahkan ketika ada jemaah yang terlambat atau kurang disiplin, petugas tetap sabar menunggu, tidak ada penelantaran. Pasien saya bahkan bukan saja kloter binaan, siapapun jemaah dari luar kloter dilayani dengan baik. Artinya kami PPIH Kemenag benar-benar memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Cerita dr. Nila bukan sekadar testimoni, dr Nila menyatakan jika ada filosofi pelayanan yang dipegang teguh oleh PPIH. Ia menyaksikan bagaimana koordinasi cepat dan tanggap antara petugas kesehatan, petugas haji, dan tim PPIH lainnya menjadi kunci.

Dalam setiap langkah, prioritas utama adalah keselamatan dan kenyamanan jemaah, tanpa memandang latar belakang atau kondisi. Dokter Nila percaya, sinergi inilah yang memungkinkan mereka mengatasi setiap rintangan, mulai dari penanganan jemaah sakit hingga membantu mereka yang tersesat di tengah kerumunan.

“Setiap jemaah haji punya cobaan sendiri. Di Mekkah kita dituntut disiplin dan mengikuti arahan dengan baik, karena kondisi aturan, lingkungan dan cuaca berbeda. Kuncinya anyak-banyak alhamdulillah atau bersyukur karena jemaah sudah bisa berangkat tahun ini di tengah banyak yang antre dan menunggu giliran. Tapi secara keseluruhan kami mengapresiasi dan mengucapkan syukur perjuangan Kemenag dan PPIH,” jelasnya.

Apresiasi serupa juga datang dari parlemen, Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur yang dikenal aktif mengawal isu haji, tidak bisa menahan kekagumannya terhadap para petugas.

"Saya mengapresiasi para petugas haji. Alhamdulillah, berdasarkan pantauan saya selama kunjungan dan komunikasi di berbagai titik, mereka bekerja sangat maksimal. Bahkan sudah melampaui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang dibebankan kepada mereka," puji Ning Lia.

Lia memahami betul bahwa tantangan haji tahun ini tidak hanya soal angka. Cuaca ekstrem, dinamika di pemondokan yang beragam, hingga keterbatasan transportasi menjadi ujian berat. Namun, yang membuatnya terkesan adalah bagaimana para petugas menghadapi seluruh tantangan tersebut dengan pendekatan yang profesional sekaligus humanis.

Kisah-kisah personal, seperti petugas yang membantu mendorong kursi roda jemaah lansia di tengah teriknya matahari, atau yang menawarkan air minum saat melihat jemaah kelelahan, menjadi bukti nyata sentuhan kemanusiaan yang mendalam.

Pengalaman ini membentuk ikatan emosional antara jemaah dan petugas, mengubah perjalanan ibadah menjadi pengalaman spiritual yang lebih mendalam dan penuh berkah.

Dengan segala dinamika dan kompleksitas penyelenggaraan haji tahun ini, apresiasi yang disampaikan oleh masyarakat, petugas lapangan, hingga legislator, menegaskan bahwa PPIH dan Kemenag berhasil menjaga marwah pelayanan ibadah haji sebagai bentuk pengabdian tulus kepada umat.

“Mereka telah menunjukkan bahwa di tengah tantangan terbesar, semangat kemanusiaan dan dedikasi tanpa batas akan selalu menemukan jalan untuk bersinar,” jelasnya.

"Mereka bukan hanya menjalankan tugas, tapi juga hadir dengan hati. Itu yang membedakan," imbuhnya. Kisah-kisah pengorbanan pribadi, seperti petugas yang rela bergadang semalaman demi memastikan jemaah lanjut usia mendapat tempat tidur nyaman, atau yang sigap mencari bantuan saat jemaah tersesat, menjadi bukti nyata pengabdian mereka.

Di tengah semua itu, suara paling berharga datang dari para jemaah itu sendiri. Meski ada beberapa kendala teknis yang tak terhindarkan, banyak jemaah yang merasakan perbedaan signifikan dalam pelayanan tahun ini.

"Pelayanan lebih sigap dan ramah. Kami mengucapkan terimakasih kepada Kemenag dan petugas-petugas. Semuanya sangat sabar dan perhatian," ujar seorang jemaah asal Gresik Ainul Mahmudah. Saya merasa sangat terbantu, terutama saat harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain," jelasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#petugas kesehatan #jemaah #ppih #gresik #Syarikah #haji #Pasien #Kinerja