Jakarta — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 menjadi momen reflektif dan inspiratif di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam upacara yang diadakan di Lapangan Utama Kantor Pusat Kementerian ATR/BPN, Jakarta, semangat untuk mengungkap masa depan bangsa di tengah tantangan global kembali digaungkan.
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid. Ia menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan menghidupkan kembali keberanian kolektif untuk menghadapi tantangan zaman.
“Kebangkitan adalah ikhtiar yang keberanian menjawab tantangan zaman. Kita menghadapi disrupsi teknologi, krisis pangan global, ketegangan geopolitik, hingga ancaman terhadap pelestarian digital. Di tengah situasi ini, Indonesia memilih menjadi mitra strategis yang bebas dan terancam,” tegas Pudji saat membacakan Beragam.
Upacara ini juga menjadi momen spesial, karena merupakan perkenalan perdana Pudji Prasetijanto Hadi sebagai Sekjen ATR/BPN yang pelantikannya oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, pada 15 Mei 2025 lalu. Di hadapan seluruh pegawai, Pudji menyampaikan komitmen dan rendahnya hati untuk belajar, mengingat latar belakang yang berasal dari institusi kepolisian.
“Saya akui dunia pertanahan dan tata ruang adalah hal baru bagi saya. Selama ini saya hanya mengenal aspek penegakan hukumnya. Tapi saya yakin, dengan dukungan Bapak/Ibu semua, kita bisa membawa ATR/BPN menjadi institusi yang lebih kokoh dan dipercaya masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Negara Akui Hak Adat, Wamen ATR/BPN Serahkan Sertipikat Tanah Ulayat di Bukittinggi
Upacara tahun ini diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian ATR/BPN, baik dari unsur pusat maupun unit teknis. Pejabat upacara berasal dari Direktorat Jenderal Penataan Agraria, dengan dukungan penuh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan kementerian.
Peringatan Harkitnas ke-117 di lingkungan ATR/BPN tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga simbol kebangkitan kelembagaan yang adaptif, kolaboratif, dan siap menjawab tantangan zaman secara progresif.
Editor : Cak Fir