Lamongan – Kabupaten Lamongan kini berubah jadi panggung drama yang tak kalah panas dari sinetron prime time. Seorang kepala desa berinisial IF, 33, yang memimpin sebuah desa di Karanggeneng Lamongan kepergok foto mesra dalam sebuah kamar hotel dengan perempuan yang tak lain adalah bawahannya sendiri, INH, Sekretaris desa.
Foto syur keduanya tanpa busana di kamar hotel itu awalnya menyebar lewat grup WhatsApp PKK, lalu meledak ke media sosial. Warga geger, netizen meradang. Para tokoh masyarakat pun angkat tangan. Skandal ini bukan sekadar mencoreng nama baik institusi desa tapi sudah jadi aib publik yang sulit ditutup-tutupi.
Yang bikin publik makin geregetan, IF diketahui sempat pamit ke istrinya, NK, dengan dalih ada urusan penting ke Malang selama 4 hari. Tapi nyatanya, “urusan penting” itu malah mengarah ke hotel dan ngamar bareng mbak Sekdes. Lebih bikin miris, sang istri bukan hanya disakiti secara batin, tapi juga fisik.
Dalam laporan resminya ke Polres Lamongan, NK mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saat mencoba mempertahankan ponsel sang anak yang diduga menyimpan bukti perselingkuhan ayahnya.
Usut punya usut cerita tak hanya berhenti di situ. INH, sosok Sekdes yang kini jadi buah bibir, ternyata bukan perangkat desa biasa. Ia juga aktif sebagai konten kreator YouTube. Dalam kanalnya, ia tampil anggun dengan tutorial hijab dan berbagai konten hiburan khas Lamongan. Warganet pun menyindir “Tutorial hijabnya syar’i, tapi isi galeri fotonya naudzubillah.”
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, akhirnya buka suara. Ia mengaku sudah mendengar kabar beredarnya foto itu sejak Selasa (13/5) malam.
"Ya, saya mendapatkan berita itu dari media. Foto-foto mereka juga saya sudah mendapatkan," kata Yuhronur pada, Rabu (14/5) kemarin.
Informasi itu sudah ia dapat dari tokoh masyarakat dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari desa. Bahkan, pihaknya sudah dijadwalkan akan bertemu dengan tokoh masyarakat dan pengurus BPD terkait beredarnya foto itu.
Nantinya, setelah pertemuan itu, Yuhronur akan mempelajari beredarkan foto tersebut.
Sang Bupati juga memastikan akan memberikan sanksi untuk kades dan sekdes jika terbukti berbuat tak senonoh. Namun dirinya meminta semua pihak untuk menunggu pertemuan antara dirinya dengan tokoh masyarakat terlebih dahulu
Editor : Cak Fir