RADAR GRESIK - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama memberikan apresiasi yang mendalam terhadap kebijakan pemerintah pusat yang terus berkomitmen mengoptimalkan ketahanan pangan nasional.
Hal itu karena berbagai program tersebut yang tidak hanya berdampak positif pada keberlanjutan sektor pertanian, tetapi menjadi landasan untuk memperkuat kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Lia Istifhama mengungkapkan kebijakan pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan merupakan langkah strategis yang sangat relevan untuk menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketersediaan pangan nasional.
Salah satu langkah penting yang diapresiasi Lia Istifhama adalah program panen raya yang digelar oleh pemerintah, yang dinilai sebagai upaya nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Program panen raya ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi besar untuk memastikan Indonesia dapat berdikari, memproduksi pangan sendiri tanpa ketergantungan pada impor,” ujar Lia Istifhama.
Menurut Lia Istifhama, kebijakan pemerintah yang menggelar panen serentak dan melibatkan berbagai pihak terkait adalah wujud nyata komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Program Serap Gabah Petani (SERGAB), yang dijalankan bersama dengan Perum BULOG, menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah bekerja langsung dengan petani untuk menyerap hasil panen mereka, sekaligus memastikan harga gabah tetap stabil dan menguntungkan bagi petani.
Selain itu, kebijakan kenaikan harga pembelian gabah pemerintah (HPP) yang semula Rp5.500 menjadi Rp6.500 per kilogram juga diapresiasi Lia Istifhama sebagai langkah yang sangat positif.
Kenaikan ini tidak hanya menjaga kesejahteraan petani tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian.
“Kebijakan ini memberikan pengaruh yang besar bagi kesejahteraan petani. Dengan harga yang lebih tinggi, petani dapat menikmati hasil jerih payahnya dengan lebih baik, dan hal ini sangat berperan dalam mendorong semangat mereka untuk terus bertani,” ujar Lia Istifhama.
"Koperasi-koperasi ini akan dilengkapi dengan gudang, cold storage, dan akses kredit untuk distribusi menggunakan truk. Hal ini bertujuan agar hasil pertanian dapat langsung terdistribusi ke pasar tanpa melalui perantara tengkulak yang seringkali menambah beban petani," jelasnya.
Pembangunan koperasi desa ini diharapkan akan menjadi solusi untuk mengurangi peran tengkulak yang selama ini sering mengatur harga dengan cara yang tidak adil, merugikan petani. Dengan adanya koperasi yang memiliki fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai, petani bisa menjual hasil pertaniannya dengan harga yang lebih menguntungkan.
“Insya Allah, kita akan capai swasembada pangan, dan hasilnya akan kita nikmati bersama,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh keyakinan. (han)
Editor : Hany Akasah