Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Atasi Banjir Kali Lamong, DPRD dan Pemkab Gresik Siapkan Kolam Retensi Kedua di Desa Cermen

Fahtia Ainur Rofiq • Rabu, 15 Januari 2025 | 23:19 WIB
MEMANTAU: Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat melihat lokasi yang akan dibangun kolam retensi kedua di Desa Cermen.
MEMANTAU: Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat melihat lokasi yang akan dibangun kolam retensi kedua di Desa Cermen.

RADAR GRESIK - DPRD dan Pemkab Gresik tengah menyiapkan pembangunan kolam retensi kedua setelah Tambakberas. Lokasinya berada di sebelah timur Desa Cermen, Kedamean, dengan luas 10 hektar.

Proyek ini bertujuan untuk mengatasi luapan Kali Lamong yang kerap menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Lokasi kolam retensi ini berdekatan dengan anak Kali Lamong, yang tanggulnya pernah jebol pada 2022 lalu. 

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Gresik, Ubaidillah, menyebutkan bahwa tahun ini belum fokus pembangunan. Masih pada tahap pengadaan lahan.

"Rencananya dibangun dengan luas 10 hektar. Tapi tahun ini baru pengadaan lahan dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar melalui APBD 2025," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi telah meninjau lokasi tersebut. Menurutnya, keberadaan kolam retensi ini dapat mengendalikan aliran air ke wilayah Bringkang, Beton, Boboh, hingga Sukoanyar. 

"Ada tiga kecamatan yang akan terbantu. Yakni, Kedamean, Menganti, dan Cerme," jelasnya.

Lokasi yang dipilih cukup strategis karena terletak di pinggir jalan penghubung antara Menganti, Cermen, dan Benjeng. "Dengan akses ini, proses pembangunan dan pemeliharaan kolam retensi diharapkan dapat berjalan lebih mudah," kata dia.

Pemkab Gresik sendiri memiliki rencana membangun total sembilan kolam retensi untuk pengendalian banjir Kali Lamong. Namun, sebenarnya lima kolam retensi saja sudah cukup efektif. "Satu di Balongpanggang, satu di Benjeng, satu di Kedamean, dan dua di Cerme," tandasnya.

Ia menegaskan, pentingnya kolam retensi sebagai solusi bagi dua masalah utama di wilayah selatan Gresik, yakni banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau. "Air dari kolam nanti bisa dimanfaatkan untuk pengairan pertanian di musim kemarau," ungkapya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kolam retensi Tambakberas telah terbukti mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan. Hal ini menjadi acuan Pemkab Gresik dalam memilih lokasi strategis untuk kolam retensi selanjutnya.

"Dengan keberadaan kolam retensi ini, diharapkan masalah banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga dan merugikan perekonomian di kawasan Kali Lamong dapat diminimalkan. Selain itu, kebutuhan air untuk pertanian juga akan terpenuhi, memberikan manfaat ganda bagi masyarakat sekitar," imbuhnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Desa Cermen #KALI LAMONG #pemkab gresik #DPUTR #kolam retensi #dprd #Banjir