Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Begini Alasan Syahrul Munir Batal Mencalonkan Diri hingga PKB Gresik Akhirnya Dukung Paslon Fandi Akhmad Yani - dr Asluchul Alif

Fahtia Ainur Rofiq • Selasa, 27 Agustus 2024 | 22:09 WIB
Bendahara DPW PKB Jatim saat menyerahkan surat rekomendasi tahap pertama kepada Bacabup Gresik Syahrul Munir.
Bendahara DPW PKB Jatim saat menyerahkan surat rekomendasi tahap pertama kepada Bacabup Gresik Syahrul Munir.

RADAR GRESIK - Partai PKB akhirnya memutuskan memberikan dukungan kepada Pasangan Calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani - dr Asluchul Alif di Pilkada Gresik 2024. Dengan keputusan ini, dipastikan Cabup Syahrul Munir batal mencalonkan diri.

Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik Abdul Qodir mengatakan dukungan ini merupakan bagian dari ikhtiar agar situasi tetap kondiusif.

"Dan kami ingin pilkada tidak lagi megedepankan politik uang, dengan calon yang potensi tunggal ini mungkin akan jadi jalan agar ke depan politik gagasan bisa dicapai di Gresik," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga kesulitan mencari pendamping untuk Syahrul Munir. "Ini juga menjadi alasan, sehingga kami terima keputusan DPP untuk mendukung Paslon Yani-Alif," pungkasnya.

Sementara itu, Calon Bupati (Cabup) yang sebelumnya mendapat surat tugas dari PKB Syahrul Munir memastikan tidak jadi running pada Pilkada 2024.

Dalam rilis yang dikirimkan kepada awak media, Syahrul Munir mengucapkan terima kasih kepada rakyat Gresik yang selama ini sudah mendukung dan berjuang bersama.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat, keluarga besar, kepada pengurus PKB, sebagai pengusung utama, beberapa partai pendukung, para kyai dan bu nyai, serta jaringan relawan dan simpatisan dari berbagai elemen yang sudah berjuang hingga saat ini. Semoga mendapatkan balasan setimpal atas nilai perjuangan dan pengabdian semata-mata menginginkan agar Kabupaten Gresik lebih baik di masa yang akan datang," ungkapnya.

Memasuki masa pendaftaran ini, pihaknya tidak kunjung mendapatkan Pasangan Calon Wakil Bupati sebagai syarat mutlak pendaftaran ke KPU.

"Sejak awal kami menerima mandat tugas dari PKB pada 12 Juni hingga 27 Agustus per pukul 02.00 WIB, kami belum juga mendapatkan sosok yang dimaksud, sehingga kami harus menyerahkan kembali mandat tugas kepada PKB dan beberapa partai pengusung," tandasnya.

Dinamika politik di Gresik cukup berat, rumit bahkan dihadapkan pada jalan buntu yang memaksanya harus bersikap realistis, demi terciptanya situasi yang kondusif di Gresik.

"Selama masa sosialisasi dalam kurun 4 bulan terakhir, kami merasakan secara langsung bahwa masyarakat menginginkan perubahan dalam hal tatanan kebijakan, namun keadaan politik terakhir ini tentu memerlukan pertimbangan dan sikap secara rasional," terangnya.

Pihaknya berharap suatu saat muncul pemimpin-pemimpin yang siap dan berani sehingga demokrasi di Gresik bisa berjalan secara ideal. Dengan tetap dalam suasana yang optimis, mudah mudahan proses dan paslon yang hari ini ada bisa membukakan jalan bagi keder-kader muda Gresik untuk tetap memandang bahwa Demokrasi milik semua orang.

Sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi anak anak muda dan generasi ke depan

"Dimana demokrasi bisa mengedepankan gagasan, serta terjadinya tali kesinambungan antara pemimpin dan masyarakatnya, hingga tercipta tashoroful imam a'la roiyah manuutun bil maslakhah," ungkapnya.

Perjuangan ini tidak bisa dikerjakan sendiri, semua elemen masyarakat harus terlibat secara penuh jika memang benar-benar mencintai Kabupaten Gresik. 

"Dari lubuk hati yang paling dalam, sekali lagi kami atas nama partai dan calon mohon maaf. Do'a terbaik demi Gresik," pungkas Syahrul Munir. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Pilkada Gresik 2024 #Syahrul Munir #fandi akhmad yani #Politik Gagasan #politik uang #calon tunggal #PKB #dr Asluchul Alif #Abdul Qodir