RADAR GRESIK - Dukungan kepada Calon Bupati (Cabup) Gresik Syahrul Munir terus mengalir. Kali ini, giliran warga Kecamatan Menganti yang memberikan dukungan. Dengan membentuk relawan Gresik Mentas, mereka mengajak Syahrul Munir Diskusi.
Dalam diskusi tersebut, mereka menitipkan 5 persoalan agar diselesaikan kalau Syahrul Munir nanti terpilih menjadi bupati.
5 persoalan tersebut yakni, pengangguran, infrastruktur yang belum mapan, pendidikan yang belum terjangkau dan kesejahteraan guru, persoalan banjir dan semerawutnya tata ruang, serta berkurangnya lahan pertanian.
Azizah, relawan Gresik Mentas Menganti mengaku sangat miris melihat banyaknya pengangguran. Padahal, di Menganti sangat banyak pabrik besar, menengah hingga kecil.
"Namun belum menyerap tenaga kerja yang maksimal, khususnya SDM asal Kecamatan Menganti. Dan banyak pekerja dari luar Menganti bahkan luar Gresik," kata Azizah.
Kemudian persoalan infrastruktur juga belum mapan, khususnya jalan, saluran air, sanitasi dan instalasi pengolahan air limbah.
"Menganti itu pemukiman padat penduduk, infrastruktur masih banyak yang kurang. Persoalan selanjutnya yaitu banjir, di Menganti banjir masih ada, padahal mobilitas masyarakat tinggi, karena mayoritas pekerja," kata dia.
Sementara itu, Muntholib, seorang guru swasta menyampaikan, problem pendidikan di Menganti cukup kompleks. Mulai dari angka putus sekolah, kesejahteraan guru dan mahalnya biaya pendidikan.
"Guru swasta di Menganti kesejahteraannya kurang. Kami berharap mas Syahrul bisa mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru," kata Muntholib.
Tak hanya itu, Muntholib juga meminta, jika nanti Syahrul diamanahi oleh masyarakat menjadi Bupati Gresik, harus bisa melaksanakan kebijakan dengan tegas, terutama soal tata ruang.
"Karena banyak lahan pertanian berubah jadi kavlingan atau permukiman, tentu bisa mengancam kedaulatan pangan Kabupaten Gresik," imbuhnya.
Menanggapi hal ini Cabup Gresik Syahrul Munir mengapresiasi lima masukan dari para relawan. Dia menyebut, lima problem tersebut merupakan hak dasar dan pelayanan dasar yang wajib diutamakan.
"Itu semua berhubungan dengan indeks pembangunan manusia (IPM), sehingga kunci mewujudkan kesejahteraan masyarakat ya mengurai lima masalah tadi dengan solusi konkret," ungkapnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq