Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Meski Dijuluki Kota Industri Jumlah Pengangguran di Kabupaten Gresik Ternyata Tempati Urutan ke 7 di Jawa Timur, Lulusan SMA Paling Banyak Menganggur

Fahtia Ainur Rofiq • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:43 WIB
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah saat membuka kegiatan job fair sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di gedung WEP beberapa waktu lalu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah saat membuka kegiatan job fair sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di gedung WEP beberapa waktu lalu.

RADAR GRESIK - Keberadaan ribuan perusahaan membuat Kabupaten Gresik terkenal sebagai Kota Industri. 

Meski begitu, ternyata jumlah pengangguran di Kabupaten Gresik juga masih tinggi. Pengangguran didominasi masyarakat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Kabupaten Gresik pad tahun 2023 menempati urutan ke 7 di Jawa Timur.

Urutan pertama ditempati Kota Surabaya dengan angka pengangguran sebanyak 106.120 orang. Posisi kedua, Kabupaten Sidoarjo sebanyak 94.760 orang.

Posisi ketiga ditempati Kabupaten Malang sebanyak 86.484 orang, posisi keempat Kabupaten Jember sebanyak 59.716 orang.

Posisi kelima ditempati Kabupaten Kediri sebanyak 52.753 orang, posisi keenam Kabupaten Banyuwangi sebanyak 52.041orang.

Dan posisi ketujuh ditempati Kabupaten Gresik. Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik berdasarkan data BPS mencapai 50.368 orang. 

Angka tersebut terdiri masyarakat yang pernah bekerja kemudian menganggur sebanyak 20.878 orang. 

Kemudian, masyarakat yang memang belum pernah bekerja sebanyak 29.490 orang.

Dari jumlah tersebut, pengangguran di Gresik didominasi masyarakat lulusan SMA sebanyak 32.894 orang.

Selanjutnya, masyarakat lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 7.805 orang.

Masyarakat lulusan Perguruan Tinggi sebanyak 5.129 orang dan masyarakat lulusan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 4.540 orang.

Sebelumnya, Anggota DPRD Gresik Khoirul Huda meminta pemerintah benar-benar mengawal Perda 7 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah daerah wajib memastikan 60 persen kuota lowongan perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal. 

Kebijakan itu diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pudak.

"Sebagian perusahaan telah menjalankan hal tersebut, namun secara umum prosentasenya masih di angka 56 persen tenaga kerja asli Gresik," ungkapnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Malang #kota industri #banyuwangi #perusahaan #lulusan perguruan tinggi #surabaya #gresik #Pengangguran #lulusan smp #jawa timur #Jember #lulusan sd #bps #Khoirul Huda #lulusan sma #Menganggur #sIDOARJO #kediri #DPRD GRESIK