RADAR GRESIK - Kebakaran yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik saat malam lelang pasar bandeng mendapat perhatian dari sejumlah pihak.
Salah satunya, Caleg terpilih DPR RI dari PDIP Nila Yani Hardiyanti. Adik Bupati Gresik ini langsung memberikan bantuan kepada para korban.
Bantuan berupa beras dan uang kepada korban Salimah, 65, dan Sumiyati, 63, diserahkan melalui Tim Pemenangan Kabupaten, Isa Ansori dan Berlian dengan didampingi Koorcam, Achmad Zilham dan Koordes, Jauhari.
Bantuan berupa beras dan uang tersebut, diberikan langsung melalui Tim Pemenangan Kabupaten, Isa Ansori dan Berlian dengan didampingi Koorcam, Achmad Zilham dan Koordes, Jauhari.
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka kalau dapat bantuan, ya senang sekali dapat beras sama uang. Terima kasih mbak Nila sudah peduli dengan kami yang baru saja kena musibah," ujar korban Salimah dan Sumiyati.
Meski merasa terbantu, Salimah dan Sumiyati masih mengerutkan dahinya. Alasannya, ia tak bisa bertemu langsung dengan perempuan muda dan cantik yang menjadi wakilnya di senayan. Harapannya, ia bisa berjumpa langsung di lain waktu.
"Iya belum pernah ketemu sama orangya langsung. Pinginnya bisa ketemu langsung sambil mau ngucapin terima kasih banyak karena bantuan ini kami merasa terbantu," pungkasnya.
Sementara Nila saat dihubungi mengaku, semula ia sudah berencana memberikan sendiri bantuannya kepada korban. Namun karena ada keperluan mendesak, ia mengutamakan bantuannya diterima lebih dulu.
"Sebetulnya sudah saya agendakan hari ini untuk datang di lokasi. Tapi ada urusan urgen yang tidak bisa ditunda. Jadi kalau urusan ketemu bisa dijadwalkan di lain waktu yang penting bantuannya bisa dirasakan terlebih dulu," ujar Nila.
Pihaknya berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi korban yang tertimpa musibah.
"Tentu saya merasa sedih dan prihatin. Mereka seharusnya di momen pasar bandeng bisa bergembira, terlebih di hari raya Idul Fitri bisa merayakan lebaran seperti warga muslim lain pada umumnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, rumah Salimah dan Sumiyati hancur lebur tak tersisa saat malam kontes bandeng kawak.
Beruntung, saat terjadinya kebakaran kedua rumah itu dalam kondisi sepi karena Salimah dan Sumiyati bersama ketujuh saudaranya sedang makan di luar. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq