RADAR GRESIK - Kasus pesta sabu yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Satpol PP Gresik membuat miris berbagai kalangan. Tak terkecuali kalangan DPRD Gresik. Mereka mempertanyakan pengawasan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkab Gresik.
Ketua Komisi I DPRD Gresik Muchammad Zaifudin mengatakan perlu ada pembinaan kepada seluruh ASN di Pemkab Gresik. "Kepada BKPSDM agar intens melakukan pembinaan kepada aparatur ASN. Utamanya terkait aturan dan larangan yang ada di dalam Undang-Undang," ujarnya.
Pihaknya menyarankan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan pengawasan pegawainya. Termasuk jika perlu melakukan tes urin. "Tes urin merupakan hal terakhir. Yang penting adalah sama-sama mengawasi," pungkasnya.
Sementara itu, ASN Pemkab Gresik yang kini menjadi tersangka kasus narkoba Saiful Mubarok terus bercuit. ASN Satpol PP itu menceritakan kronologis secara detail pemesanan narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Meme atau Mami.
"Pada Senin, 6 November 2023 dihubungi Mami dugem di Ibiza Club Surabaya, tapi saya tolak karena sakit," kata Mubarok kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik.
Meski begitu, Mami atau Meme tetap meminta untuk dikirimkan narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi. Mubarok pun menyanggupi dan mengirimkan narkoba ke Satpol PP pukul 00.12 WIB.
Mubarok menunggu Mami di area parkir hingga pukul 01.00. Namun, Mami tak kunjung tiba lantaran ketiduran di dalam mobil. Namun, saat akan menyerahkan narkoba ke mobil Mami, ia tiba-tiba sejumlah polisi dari Ditresnarkoba Polda Jatim. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq