RADAR GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menggulirkan mutasi pada awal 2024. Dari 10 pejabat eselon II yang dipindah ada satu sosok yang menjadi perhatian yakni Andhy Hendro Wijaya (AHW).
Bagaimana tidak, pejabat yang pernah duduk sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik pada 9 Januari 2019 hingga 25 Februari 2020 lalu itu menempati posisi strategis yakni Kepala Badan Pendapatan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Gresik ditengah kondisi fiskal Pemerintah daerah kurang optimal.
Usai melantik Andhy Hendro Wijaya sebagai Kepala BPPKAD, Bupati Yani menyampaikan alasan kembali memberikan kepercayaan pada Andhy untuk mengelola keuangan daerah tidak lepas dari pengalamannya sebagai kepala BPPKAD pada 2018 silam.
Baca Juga: Alasan Bupati Gresik Jadikan Mantan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya Jabat Kembali Kepala BPPKAD
"Pak Andhy merupakan ASN senior yang kaya pengalaman dan punya kemampuan (mengelola anggaran) maka dari itu perlu diuji kembali," kata Yani.
Bupati 39 tahun itu menyadari kinerja pendapatan daerah pada 2023 lalu cukup berat. Bahkan banyak target yang sudah dicanangkan bersama DPRD Gresik tidak tercapai.
Untuk itu pada tahun 2024 ini Yani mentargetkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Gresik harus surplus. Untuk itu pada 2024 pihaknya mendorong jajaran tim pendapatan untuk bisa menggali potensi PAD.
Baca Juga: 10 Pejabat Eselon II Pemkab Gresik Dimutasi, Bupati Yani Ingin Ada Akselerasi Kinerja Pemerintah
"2023 kemarin memang sangat berat. Dari sini kita jadikan pelajaran dengan menjalankan belanja yang benar-benar prioritas," tegas Yani.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala BPPKAD Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya tidak banyak bicara. Dia mengaku hanya akan fokus bekerja pada apa yang menjadi tugasnya.
"Memang (berat) tapi semua pasti ada solusinya. Yang pasti setelah dilantik ini saya akan bekerja sebagaimana mestinya," kata Andhy. (fir/han)
Editor : Hany Akasah