RADAR GRESIK -- Kalangan DPRD Kabupaten Gresik pesimis target pendapatan daerah tahun anggaran 2023 terpenuhi. Pasalnya, hingga 13 Desember pemerintah baru berhasil merealisasikan 79 persen. Meski begitu, wakil rakyat meminta pemerintah terus mencari terobosan baru disisa waktu ini.
Dari laporan realisasi, Pendapatan Daerah ditarget Rp3,873 triliun, realisasinya baru Rp3.086 triliun atau baru 79 persen. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah atau PAD baru terkumpul Rp1,018 triliun, sementara targetnya Rp1,584 triliun atau baru 64,28 persen.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Moh Syafi' AM mengatakan PAD dari sektor pajak daerah dari target Rp 968 miliar hingga kini masih Rp729 miliar. Sehingga masih kurang Rp238 miliar.
"Baru 75 persen. Masih jauh dari harapan ," ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Moh Syafi' AM.
Begitu pula dari sektor retribusi daerah. Dari target Rp 321 miliar. Hingga kini baru terealisasi Rp 50 miliar. "Masih kurang Rp 270 miliar atau hanya tercapai 15 persen saja," kata Moh Syafi' AM
Sementara itu, belanja daerah dalam APBD Gresik tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp 3.952 triliun. Untuk realisasinya baru sebesar Rp2.831 triliun.
"Yang harus disepakati kita mau close untuk realisasi pajak dan retribusi daerah dalam APBD Gresik di angka berapa, Kalau kita mau tren pajak daerah seperti tahun lalu, maka prosentasenya minimal 85 persen dan kita masih bisa belanja kegiatan hingga akhir tahun," ujar Ketua Fraksi PKB Syahrul Munir.
Terpisah, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, pekan depan Banggar dan Pemkab akan rapat lagi untuk menyepakati belanja dan pendapatan yang masih bisa direalisasikan pada tahun ini.
Termasuk mengusahakan masuknya pendapatan dari sewa (pemanfaatan) lahan reklamasi yang HPL-nya dikuasai Pemkab Gresik.
"Yang penting neracanya seimbang dan tidak menimbulkan problem di belakang," ujarnya. (rof)
Editor : Hany Akasah