GRESIK - Defisitnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik membuat kalangan dewan menyoroti sejumlah program pemerintah. Salah satunya, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sehati. Pasalnya, sampai saat ini pelayanan di RSUD Ibnu Sina masih belum maksimal.
Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan beberapa waktu yang lalu, mesin CT Scan di RSUD Ibnu Sina rusak dalam waktu yang cukup lama. Proses maintenance mesin tersebut membutuhkan waktu yang lama, sedangkan membeli baru biayanya bisa mencapai 12 miliar atau lebih.
"Kondisi ini membuat pasien harus dirujuk ke RS lain untuk proses CT scan kemudian kembali lagi ke RSUD. Bayangkan waktu wara-wiri si pasien dan biaya mobilitasnya," ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tinjau Progres Pembangunan Proyek RS Sehati Gresik Selatan
Selain itu, pihaknya juga mendapat beberapa aduan masyarakat. Ada pasien rawat inap yang tidak dikunjungi oleh dokter sama sekali. Kemudian ketersediaan obat juga minim di RSUD Ibnu Sia sehingga beberapa pasien cukup diberi resep untuk membeli obat di luar
"Ada pula keluarga pasien yang kecewa dengan sistem antri tunggu dan rawat jalan di RSUD ini yang terkesan lemot dan tidak cepat tanggap. Ada juga pasien yang berjam jam di ruang UGD namun tidak kunjung mendapatkan kamar. Pola seperti ini lah yang membuat pelayanan RSUD Ibnu Sina tidak kunjung naik kelas. Fasilitas pelayanan belum sepenuhnya tuntas di RSUD ini," tegasnya.
Menurut dia, persoalan ini seharusnya menjadi prioritas utama terlebih dahulu. Bukan buru-buru membangun rumah sakit baru. "Pelayanan RSUD Ibnu Sina harus bisa maksimal dulu baru membangun RS lagi," kata dia.
Baca Juga: Defisit APBD Tinggi, DPRD Gresik Minta Proyek PU Dibatalkan
Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena pembangunan RS Sehati sudah menjadi janji politik. Sehingga harus disiapkan anggaran dan segera direalisasikan. "Saat ini pembangunan baru 8 persen dengan anggaran Rp 59 miliar," imbuhnya. (rof)
Editor : Hany Akasah