GRESIK - Kabar mengejutkan datang dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik. Sebab, orang nomor satu di perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten Gresik, Kurnia Suryandi menyebut jika Gresik bakal kehabisan air bersih pada 2027 mendatang.
Hal itu diungkapkan Kurnia lantaran saat ini jumlah pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik terus bertambah namun tidak dibarengi dengan tambahan supply air karena sarana serta prasarana yang kurang.
Kepada Radar Gresik, Kurnia mengaku jika pertambahan rata-rata pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik setiap tahun mencapai 10.000 pelanggan. Nah, jika diasumsikan maka sejak dia menjabat hingga kelak 2027 jumlah pelanggan PDAM Gresik bertambah 50.000 pelanggan. Angka itu belum ditambah jumlah pelanggan eksisting saat ini yang mencapai 120.000 pelanggan.
"Meskipun ada supply air dari Umbulan dan Bendung Gerak Sembayat kami tidak yakin pada 2027 mendatang bisa melayani 170.000 pelanggan. Ini yang saat ini terus dikaji oleh manajemen harus mencari tambahan supply baru," kata Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi.
Perumda Giri Tirta Gresik, lanjut Kurnia, saat ini tengah membidik proyek desalinasi PT Freeport Indonesia agar perusahaan semakin cuan. Sedangkan untuk mengatasi defisit air pada 2027, pihaknya berencana memanfaatkan debit air dari Kali Lamong untuk diolah menjadi air layak konsumsi.
"Kongkritnya yang sudah kami sampaikan ke pak bupati agar pemerintah membangun bendungan. Air yang nanti dibendung itu bisa diolah seperti BGS dan didistribusikan kepada pelanggan. Diharapkan dari rencana ini bencana banjir bisa diselesaikan dan masyarakat mendapatkan manfaat," paparnya.
Baca Juga: Perumda Giri Tirta Teken MoU Penjualan Air Bersih dengan Freeport
Dia menuturkan, sejak dilantik menduduki posisi orang nomor satu di Perumda Giri Tirta Gresik ada sejumlah inovasi dan terobosan yang dilakukan. Mulai dari menyelesaikan persoalan daftar antrian pelanggan yang mencapai 3.000 atrian lebih, melakukan sertifikasi profresi terhadap seluruh karyawan hingga memperkecil rasio piutang.
"Kami harus menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Jika saat ini pelanggan telat bayar lebih dari satu bulan akan kami hentikan distribusinya. Jika dalam kurun waktu dua bulan tidak dibayar kami lakukan pemutusan. Langkah tegas ini harus kami lakukan untuk membenahi cashflow perusahaan," tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah