Kasi Perkebunan Pertanian Gresik, M. Nursyamsi mengatakan, bahwa kegiatan ini untuk para petani tembakau Gresik yang diberikan pelatihan yakni dari budidaya, penanaman benih tembakau. Banyak petani Gresik masih belajar budidaya tembakau dan penanaman. Pelatihan mulai dari budidaya, pengembangan tembakau, penanaman tembakau dan cara memberantas hama penyakit. “Tanam tembakau beda dengan padi,” kata Nusyamsi.
Panen tembakau tidak hanya memetik daunnya, namun prosesnya dari bagian bawah lima daun. Daun tengan lima, selanjunya sampai atasnya.
Dipaparkan, Kabupaten Gresik memiliki lahan tembakau hingga 25 hektar. Rincian 13 hektar petani tembakau dan untuk 12 hektar lahan mandiri. Penjualan tembakau selama ini ke Jombang dan Bojonegoro.
Kepala bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Gresik, Samsul Ma'arif mengatakan, selain pelatihan , pada kegiatan itu langsung dibentuk Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Cabang Gresik. Tujuan memfasilitasi petani tembakau dengan melakukan berbagai upaya pemberdayaan petani untuk meningkatkan kehidupan tembakau menjadi sejahtera. "Kami berharap dengan adanya pelatihan dan terbentuknya APTI cabang Gresik bisa membantu untuk memfasilitasi para petani tembakau di Gresik kedepan,"ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah