Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Syahrul Munir mengatakan, pelanggan di Kecamatan Manyar bagian utara paling terdampak. “Yaitu sekitar Manyar komplek karena daerah tersebut menjadi titik terjauh distribusi air,”ujarnya.
Meskipun jumlah pelanggan di Manyar Komplek yang meliputi Desa Manyarejo, Sidomukti dan Sidorukun hanya sepersepuluh dari pelanggan di Desa Suci Kecamatan Manyar, namun mereka adalah pelanggan lama yang seharusnya mendapat perhatian lebih.
“Pesoalannya membangun reservoar atau rumah pompa juga tidak murah dan membutuhkan luasan lahan 3,000 meter pesergi. Yang akan dikerjakan pada tahun 2024. Itupun dengan catatan jika ada support penyertaan modal pemerintah,”papar dia.
Masalah PDAM Giri Tirta yang baru dijabat Direktur Utama (Dirut) Siti Aminatus Zariyah selama 2 tahun ini, sangat kompleks. Secara infrastruktur, lanjut Syahrul, faktanya belum memadai.
“Masih banyak PR di sana-sini. Jadi, sementara waktu ini Dirut harus kerja keras,”tandas dia.
Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Giri Tirta Siti Aminatus mengatakan sudah ada tanah di sekitar Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. Luasnya sekitar 1.000 meter persegi. “Nanti, tanah diberikan ke PDAM dalam berbentuk hibah atau penyertaan modal,”urai dia.
Dengan adanya tanah tersebut, pihaknya memastikan tahun 2021 ini reservoar di Bunder bisa dibangun dengan anggaran Rp 3 miliar. Rencana anggaran dan biaya (RAB) maupun DED sudah diserahkan ke konsultan untuk disesuaikan dengan kehendak dari PDAM.
“Nanti reservoir bentuknya water tank karena lebih cepat dan murah. Juga ada rumah pompa maupun workshop,”tuturnya.
Dengan adanya rumah pompa atau reservoir tersebut pihaknya memastikan aliran air ke wilayah Manyar bisa lebih lancar. “Kami terus berupaya memperbaiki layanan. Namun, kami butuh dukungan semua pihak karena masih banyak yang harus dibenahi,” imbuh dia. (fir/rof) Editor : Hany Akasah