Sekretaris Tim Kampanye QA, Hariyanto menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mengetahui fisik surat Tim Advokasi dan Hukum Niat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi ‘Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah’ ke Bawaslu Gresik. Menurutnya, jauh sebelum Pilbup Gresik 2020, Cabup Qosim memiliki aktivitas rutin sebagai seorang dai atau penceramah.
"Selama menjadi wakil bupati, Qosim hampir tiap pagi mengawali aktivitasnya berceramah usai salat subuh di seluruh masjid di Kabupaten Gresik. Kegiatan ceramah ini sudah dilakoni Pak Qosim sejak 2010 silam," kata Hariyanto.
Tidak hanya ceramah subuh, kata Hariyanto, Qosim juga sering menjadi penceramah khutbah Jumat. Di beberapa momen kesempatan, Pak Qosim juga sering berceramah di kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya saat menerima undangan walimatul nikah, aqiqoh, peringatan hari besar Islam.
"Qosim berceramah tidak karena ada pemilihan bupati saja. Di tiap kegiatan dan undangan warga, Qosim selalu diminta jadi penceramah," terang dia.
Dikatakan, selama berceramah, Qosim tidak sekalipun menyinggung persoalan politik. Baik politik nasional maupun regional, lebih-lebih terkait pemilihan bupati Gresik seperti saat ini. Qosim dalam setiap berceramah menyesuaikan momen dan undangan yang ada. Seperti mendukung imbauan pemerintah untuk protokol kesehatan Covid-19. Juga ceramah kehidupan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sehingga kami menilai tudingan dari Tim Advokasi Niat terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi meminta Bawaslu melarang Pak Qosim berceramah di masjid ini yang kami anggap berlebihan," jelas Sekretaris Tim Kampanye QA.
Sementara itu Cabup Moch Qosim menjelaskan, selama ini dia memang berkeliling ke masjid, musala dan pondok pesantren untuk berceramah atau memenuhi undangan menyampaikan tausiyah kebaikan. Bahkan dalam setiap kesempatan dia memenuhi undangan berceramah di kegiatan masyarakat seperti aqiqoh, tasyakuran dusun dan desa, hingga walimatul nikah untuk menyampaikan khutbah nikah.
"Insya Allah selama saya berceramah agama, saya tidak pernah membawa-bawa masalah politik dalam konten ceramah. Saya hanya menyampaikan pesan kebaikan dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW. Kalaupun ada materi di luar itu, biasanya menyampaikan imbauan pemerintah seperti bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan Covid-19," jelas Qosim. (jar/han)
Editor : Hany Akasah