Paslon nomor urut 1 ini juga sudah meyiapkan beberapa program peningkatan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif dalam visi-misinya. “Wujudnya nanti pada akselerasi pendampingan program pemerintah daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM dan usaha ultra mikro lainnya, mengembangkan ekosistem agro industri perdesaan dan BUMDes sebagai inkubator bisnis berbasis pedesaan,” jelasnya.
Lebih detail lagi cawabup berusia 40 tahun tersebut menuturkan, bahwa wujud daya saing ekonomi berbasis potensi lokal bisa berupa fasilitasi kemudahan akses permodalan dan produk unggulan perdesaan berbasis e-commerce.
Dalam program ini paslon QA salah satunya akan meluncurkan 'Kartu UMKM Bangkit'. Melalui kartu ini pegiat UMKM dan Ultramikro dibantu dalam kemudahan akses permodalan yang juga ditunjang dengan intervensi pemerintah daerah, dalam mendekatkan “pasar” menjadi solusi berkembangnya sektor UMKM dan Ultramikro yang jumlahnya ratusan ribu di Kabupaten Gresik
Selain itu juga ada Gresik Creative Center (GCC). Nantinya di setiap akses wilayah kerja pembantu Bupati didirikan Co Working Space & Event. Kemudian menciptakan ruang bersama untuk meningkatkan intrepreneurship di kalangan milenial, sekaligus ruang aktualisasi bagi pegiat seni dan budaya daerah di Kabupaten Gresik.
Ada pula 'BUMDes MAJU'. Menurutnya, etalase penjualan produk unggulan desa berbasis BUMDes adalah aktualisasi ekonomi kerakyatan yang hadir di setiap kecamatan. Kemudian terobosan-terobosan yang sangat solutif untuk mewujudkan kesejahteraan semua masyarakat. “Kami akan mendirikan BUMD yang menyiapkan pasar produk warga lokal. Sehingga pasar produk UMKM terjamin. Pasar juga akan terintegrasi dengan sistem pasar modern. Semua data juga dapat terpantau secara konkrit,” pungkas Alif. (jar/han) Editor : Hany Akasah