Proyek strategis daerah ini membutuhkan total estimasi anggaran mencapai Rp 96,78 miliar yang rencananya dialokasikan melalui skema kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Bagikan Kiat Sukses di SMPN 1 Gresik, Owner Family Bakery Tekankan Pentingnya Inovasi dan Ridho Ortu
Secara rinci, paket pekerjaan wilayah Bungah membutuhkan anggaran sebesar Rp 43,85 miliar untuk pengadaan dan pemasangan 1.890 SR. Sementara paket wilayah Sembayat dialokasikan anggaran sekitar Rp 52,93 miliar dengan target 3.448 SR.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi, menjelaskan bahwa selain pemasangan jaringan pipa utama dan aksesorisnya, proyek ini mencakup penyiapan lahan, pembangunan rumah pompa, serta pembuatan reservoir atau penampungan air berkapasitas masing-masing 500 meter kubik di Desa Melirang dan Sembayat.
Kurnia menegaskan, perluasan infrastruktur ini dirancang untuk mengatasi krisis air bersih yang kerap melanda warga Gresik Utara, khususnya saat musim kemarau tiba.
Baca Juga: Tenaga Outsourcing Mandek, Syahrul Minta Evaluasi P-APBD Dipercepat
“Anggaran pusat dan daerah harus sejalan. Meski kebutuhan anggaran telah dirinci, pelaksanaan proyek tetap membutuhkan kepastian dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan pekerjaan sesuai kewenangannya,” ujar Kurnia Suryandi dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Gresik.
Ia menambahkan, pengerjaan yang menjadi porsi anggaran daerah diharapkan dapat dieksekusi tanpa harus menunggu seluruh realisasi dana APBN turun, agar tahapan pembangunan fasilitas pendukung tidak terbengkalai. Selain itu, kepastian legalitas lahan untuk lokasi reservoir dan rumah pompa menjadi kunci utama agar eksekusi fisik di lapangan berjalan mulus.
Kurnia menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan program ini bukan sekadar besarnya anggaran atau panjangnya pipa yang tertanam, melainkan kepastian air benar-benar mengalir deras ke rumah-rumah warga secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bawa Produk UMKM Lokal ke Tanah Suci, DPRD Gresik Usulkan Jemaah Haji Pakai Aksesori Khas Daerah
“Tantangannya adalah memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar menghasilkan layanan air bersih yang dapat diandalkan, memenuhi standar kualitas, serta dapat dijangkau masyarakat secara berkesinambungan,” tegasnya.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Mochammad, menyampaikan dukungan penuh sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi strategis bagi BUMD air minum tersebut.
Pihaknya mendorong Perumda Giri Tirta agar tidak hanya bergantung pada kucuran dana APBD maupun APBN, tetapi juga kreatif memperkuat finansial internal perusahaan melalui langkah bisnis yang terukur.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Driyorejo Gresik, Pengendara Motor Meninggal Dunia
“Salah satu rekomendasi Komisi II adalah dorongan penyesuaian tarif pelanggan sektor industri secara terukur dan proporsional. Kami juga mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal, serta membuka ruang kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pihak ketiga guna memicu sinergi dan mempercepat perluasan jaringan pelayanan,” pungkas Mochammad. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik