RADAR GRESIK – Pembangunan desa tidak boleh sekadar mengandalkan instruksi dari atas atau formalitas tahunan. Kebutuhan riil masyarakat harus menjadi fondasi utama agar setiap jengkal pembangunan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga.
Semangat tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.
Forum musyawarah tersebut membahas penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027 sekaligus penyusunan Daftar Usulan RKP (DU RKP) Desa Tahun 2028.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Laptop Produktivitas Tinggi Terbaik untuk Profesional di Tahun 2026 GRESIK – Presentas
Camat Benjeng, Nur Fuad, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan desa wajib disusun murni berdasarkan aspirasi riil dan skala prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Musrenbangdes ini jangan hanya menjadi kegiatan rutinitas atau formalitas di atas kertas semata. Apa yang diusulkan harus melihat kebutuhan mendesak masyarakat di bawah, kemudian disusun secara terukur berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran desa," tegas Nur Fuad.
Nur Fuad menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mengawal arah kebijakan desa. Aspirasi dari tingkat RT dan RW perlu dihimpun, dipilah, dan dikawal bersama antara Pemerintah Desa, BPD, serta tokoh masyarakat agar program yang masuk dalam RKP Desa tepat sasaran.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Santri di Dukun Gresik Berakhir Damai, Ponpes Pastikan Biaya Berobat
Sementara itu, Kepala Desa Jatirembe, Miftahul Hadi, menyampaikan bahwa Musrenbangdes menjadi momentum krusial untuk menyatukan beragam usulan pembangunan dari seluruh elemen warga.
"Melalui forum ini, seluruh masukan warga kita tampung dan diskusikan bersama. Usulan-usulan tersebut menjadi bahan dasar bagi Pemdes Jati Rembe dalam menentukan program prioritas desa, baik sektor infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, maupun pelayanan sosial," ujar Miftahul Hadi.
Dengan ditetapkannya RKP Desa 2027 dan penyusunan DU RKP Desa 2028, arah pembangunan Desa Jati Rembe diyakini makin terencana, transparan, dan terukur sesuai kapasitas pembiayaan anggaran desa.
Baca Juga: HBB ke-425, Ning Lia: Bawean Gresik Kian Cantik dan Memesona, Layak Jadi Destinasi Wisata Dunia
Hadir dalam forum tersebut, Danramil 0817/10 Benjeng, Kapten Arh. Kuntoko Sugeng, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antar-elemen dalam merealisasikan hasil musyawarah.
"Esensi Musrenbangdes adalah kepastian bahwa setiap rencana yang disepakati memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Koramil Benjeng siap terus bersinergi mendukung pemerintah desa dan warga agar seluruh program berjalan lancar, aman, dan kondusif," kata Kapten Arh. Kuntoko Sugeng.
Ia juga mengajak seluruh warga Jati Rembe untuk terus merawat tradisi gotong royong serta menjaga komunikasi terbuka dalam setiap tahapan pelaksanaan pembangunan desa.
Baca Juga: Risiko Tinggi Pemadaman, Petugas Damkarla Gresik Terpaksa Bergantian Gunakan APD dan Sarana
"Sinergi yang kuat antara Pemdes, aparat kewilayahan, dan masyarakat merupakan modal utama menciptakan desa yang mandiri, aman, dan terus berkembang," pukasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik