RADAR GRESIK – Dampak musim kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kabupaten Gresik memicu krisis air bersih di sejumlah desa.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mendistribusikan bantuan air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan terdampak kekeringan tetap terpenuhi.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, turun langsung ke lapangan untuk memimpin pendistribusian air bersih di Dusun Tanggulangin, Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Serahkan SK Kenaikan Pangkat 99 ASN, Pemkab Gresik Terapkan Digitalisasi Layanan 95 Persen
Sebanyak 20 armada truk tangki air bersih disiagakan dan disebar ke lima desa di tiga kecamatan terdampak. Wilayah penerima manfaat meliputi Desa Ganggang, Desa Tenggor, dan Desa Dohoagung di Kecamatan Balongpanggang; Desa Deliksumber di Kecamatan Benjeng; serta Desa Sidowungu di Kecamatan Menganti. Khusus untuk Dusun Tanggulangin Desa Ganggang, disalurkan sebanyak tujuh tangki air bersih.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini mengungkapkan bahwa kebutuhan pasokan air bersih berpotensi terus melonjak seiring belum turunnya hujan. Oleh sebab itu, Pemkab Gresik membuka saluran aduan cepat agar wilayah terisolir air bersih dapat segera tertangani.
"Alhamdulillah, hari ini kami memimpin langsung penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kemarau. Selain jajaran BPBD Gresik, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Forum Zakat dan mitra kebaikan yang ikut bergandengan tangan. Mudah-mudahan menjadi berkah untuk kita semua," ujar Gus Yani di Desa Ganggang.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Gresik Perkuat Dukungan Akademik dan Keagamaan di Sekolah Rakyat
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa operasi tanggap darurat kekeringan ini dijalankan secara kolaboratif bersama lembaga sosial seperti Nurul Hayat dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik.
"Total ada 20 tangki air bersih yang didistribusikan hari ini. Masing-masing armada mengangkut kapasitas 5.000 hingga 6.000 liter air siap pakai," terang Sukardi.
Tak hanya mengandalkan pasokan air tangki, BPBD Gresik juga menyalurkan sarana penunjang penampungan air berupa tandon darurat, jerigen, dan terpal bagi warga desa terdampak agar distribusi air berjalan tertib.
Baca Juga: Serahkan SK Kenaikan Pangkat 99 ASN, Pemkab Gresik Terapkan Digitalisasi Layanan 95 Persen
Di samping memantau ketersediaan pasokan air, Sukardi turut mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun permukiman selama kondisi cuaca ekstrem kering ini berlangsung.
Bantuan air bersih tersebut disambut sukacita oleh warga setempat. Ainun (70), salah seorang warga Dusun Tanggulangin, mengaku lega dan bersyukur atas kepedulian jajaran Pemkab Gresik yang datang langsung membawa pasokan air ke wilayahnya.
"Terima kasih banyak Bapak Bupati Gresik yang sudah menyalurkan air bersih untuk kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan masak dan minum sehari-hari. Mugi-mugi amal sampeyan barokah dan diparingi kesehatan," tutur Ainun haru. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik