Gus Yani Resmikan Jembatan Ngimboh: Bukti Nyata Sinergi Swasta dan Pemkab Gresik Tanpa APBD

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:13 WIB
RESMIKAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
RESMIKAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kerusakan jembatan vital penghubung Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah menuju wilayah Kecamatan Panceng akhirnya teratasi secara permanen.

Jembatan yang sebelumnya hancur akibat abrasi pantai dan hantaman derasnya arus air laut itu kini telah berdiri kokoh dan diresmikan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Selasa (29/9/2026).

Pembangunan kembali akses infrastruktur tersebut terealisasi berkat program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) dari PT Orela Shipyard dengan mengucurkan anggaran hampir mencapai Rp700 juta.

Baca Juga: Pabrik Karet di Kebomas Terbakar, Sembilan Armada Damkar Gabungan Diterjunkan Jinakkan Api

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini bermula dari aduan masyarakat serta laporan Camat Ujungpangkah mengenai kondisi struktur bangunan yang terus tergerus dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Jembatan ini dulunya rusak parah karena dampak abrasi dan arus air laut yang kuat. Kondisi tersebut sangat mengganggu mobilitas harian warga, padahal jalur ini merupakan rute alternatif strategis dari Ujungpangkah menuju Panceng," ujar pimpinan daerah yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Gus Yani menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti konkret sinergi manis antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Ia menjelaskan, dana CSR tersebut sama sekali tidak mengalir ke kas atau rekening Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, melainkan dikelola dan dikerjakan secara mandiri oleh PT Orela Shipyard dari awal hingga tuntas.

Baca Juga: Haka Auto Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan Melalui Mobilitas yang Lebih Efisien

Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengambil peran pendukung untuk merampungkan tahap pengaspalan badan jalan jembatan.

"Kami di Pemkab Gresik tidak memiliki rekening penampung dana CSR. Seluruh proses konstruksi fisik dilakukan oleh PT Orela Shipyard. Pemerintah dan masyarakat murni menerima manfaat dari bentuk sinergitas ini. Kami berharap jembatan baru ini dapat memperlancar roda perekonomian warga pesisir," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti, membeberkan bahwa jembatan baru ini mengalami peningkatan kapasitas struktur yang sangat signifikan. Jika sebelumnya lebar jembatan lama hanya berkisar 5 meter, kini diperlebar menjadi 8 meter.

Baca Juga: Dikukuhkan Jadi Dewan Pakar ICMI Jatim, Ning Lia Dorong ICMI Hadir Beri Solusi Bagi Masyarakat

"Lebarnya sekarang 8 meter dari yang sebelumnya hanya 5 meter. Jadi apabila kelak ada proyek pelebaran jalan utama, kapasitas jembatan ini sudah sangat siap dan memadai," terang Dhiannita.

Ia mengapresiasi PT Orela Shipyard yang tidak sekadar melakukan perbaikan atau rehabilitasi parsial, melainkan merancang ulang seluruh konstruksi dari awal. Langkah ini krusial mengingat posisi jembatan berada di area yang rentan terhadap daya korosif dan abrasi air laut.

Dhiannita menambahkan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kerap membuat penanganan jembatan rusak di wilayah Gresik harus dilakukan bertahap. Oleh sebab itu, pola kolaborasi CSR seperti ini menjadi solusi akselerasi yang sangat efektif.

Baca Juga: Sinergi Lintas Sektor, Forkopimcam Gresik Perkuat Koordinasi Jaga Kondusifitas dan Kerukunan Wilayah

"Ini adalah contoh nyata sinergi yang luar biasa. Pembangunan infrastruktur yang harusnya menanti antrean anggaran APBD, kini bisa dipangkas dan dipercepat oleh kepedulian pihak swasta demi kepentingan masyarakat luas," pukasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
ujungpangkah Pemkab Jembatan gresik BUPATI