Ungkap Potret Gresik Dulu, Dispussip Alih Mediakan Naskah Sindujoyo Hingga Khutbah Jumat Sunan Giri

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:49 WIB
MENUNJUKKAN : Kepala Dispussip Kabupaten Gresik Budi Raharjo menunjukkan dokumen dialihmediakan ke digital. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
MENUNJUKKAN : Kepala Dispussip Kabupaten Gresik Budi Raharjo menunjukkan dokumen dialihmediakan ke digital. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Sejarah panjang dan rekam jejak dinamika kehidupan masyarakat Kabupaten Gresik pada masa lampau tersimpan rapi di Museum Leiden, Belanda.

Menyadari pentingnya penyelamatan memori kolektif daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gresik secara konsisten memburu serta mengalihmediakan berbagai sumber dan dokumen sejarah kuno tersebut ke dalam bentuk digital.

Hingga saat ini, sedikitnya 11 naskah kuno bernilai sejarah tinggi telah berhasil dialihmediakan. Di antaranya adalah Naskah Sindujoyo, Naskah Ambiya, hingga dokumen bersejarah naskah Khutbah Jumat yang pernah dibacakan di Masjid Sunan Giri.

Baca Juga: Perkokoh Sinergi Ulama dan Umara, Polres Gresik Ikuti Ngaji Kebangsaan Kapolri Bersama Gus Baha

Kepala Dispussip Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, mengungkapkan bahwa pencarian literatur dan arsip sejarah Gresik di Museum Leiden membutuhkan ketelitian ekstra. Proses penelusuran dokumen di perpustakaan digital internasional tersebut harus dilakukan secara spesifik berdasarkan kata kunci judul maupun informasi naskah yang presisi.

"Pencarian di Leiden itu harus sangat spesifik. Jika hanya menggunakan kata kunci umum seperti 'Gresik', memang muncul beberapa referensi, tetapi kita harus tahu pasti judul buku atau kode kearsipannya," terang Budi Raharjo.

Upaya mengembalikan jejak sejarah Kota Pudak tersebut ditempuh melalui mekanisme pembelian hak koleksi secara digital.

Baca Juga: Satukan Komunitas Innova Reborn se-Jatim, Gresik Bersiap Jadi Tuan Rumah Musda Perdana IRL

Budi menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2024, Dispussip mengalokasikan dana sekitar Rp50 juta untuk membeli lisensi digital sejumlah dokumen langka dari Belanda, yang selanjutnya dicetak ulang (reprint) agar dapat diakses dan dipelajari oleh masyarakat di Perpustakaan Daerah Gresik.

Salah satu dokumen master yang berhasil didapatkan adalah buku Statistik van Java Residentie Gresik. Buku era kolonial tersebut memuat rekam data komprehensif mengenai kondisi geografis, demografis, hingga potret sosio-ekonomi masyarakat Gresik masa lampau.

Menariknya, dokumen tersebut tidak hanya menyajikan catatan statistik berupa angka dan narasi, melainkan dilengkapi dengan sketsa serta ilustrasi visual yang mendokumentasikan alat-alat kerja tradisional, instrumen musik, perlengkapan perahu nelayan, jaring, celurit, hingga visualisasi prosesi arak-arakan pernikahan tempo dulu.

Baca Juga: Bongkar Jendela Warung Saat Pemilik Tertidur, Pelaku Pencurian Diringkus Tim Resmob Polres Gresik

"Buku ini berfungsi menyerupai laporan resmi pemerintahan kolonial Belanda. Teksnya menggunakan kombinasi bahasa Belanda dan bahasa Jawa kuno," paparnya.

Selain buku Statistik van Java Residentie Gresik, Dispussip juga berhasil merebut salinan digital buku bersejarah yang secara khusus mengisahkan tentang kompleks pemakaman kuno di kawasan Gapura (Tanah Gapuro). Kedua buku langka tersebut dibeli secara daring langsung dari pengelola Museum Leiden.

Langkah invasif alih media kearsipan ini ditegaskan Budi bukan sekadar agenda penambahan jumlah koleksi rak buku perpustakaan semata. Lebih dari itu, Dispussip berambisi menggali bukti-bukti tertulis yang autentik untuk memperkokoh fakta historis bahwa Gresik merupakan salah satu kota tertua yang memegang peranan vital di Pulau Jawa.

Baca Juga: Perkuat Gizi Ibu dan Anak, Babinsa Koramil Kota dan Kader Kesehatan Kroman Bagikan Makanan Bergizi

"Harapan kami, kehadiran naskah-naskah ini dapat memperluas wawasan warga Kabupaten Gresik mengenai posisi daerahnya sebagai kota kuno, baik pada era kejayaan Kerajaan Majapahit maupun pada era Giri Kedaton di bawah kepemimpinan Sunan Giri. Kami terus berikhtiar menggali bukti-bukti tertulis yang autentik tersebut," pungkas Budi. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
dispusip sindujoyo Naskah gresik sunan giri