Salurkan BLT DBHCHT dan Bantuan Pangan di Wringinanom, Gus Yani Ajak Warga Sampaikan Aspirasi

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:17 WIB
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyerahkan secara langsung Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyerahkan secara langsung Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memastikan program perlindungan dan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran.

Momentum penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan pangan di Kecamatan Wringinanom juga dimanfaatkan sebagai wadah serap aspirasi warga, Kamis (27/8).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat penerima manfaat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun kebutuhan infrastruktur dan sosial di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga: Respons Aspirasi Massa, Ketua DPRD Gresik Siap Kirim Surat Dukungan RUU Perampasan Aset ke Pusat

Bagi Bupati Yani, kehadiran jajaran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada penyerahan bantuan secara simbolis. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang dialog langsung untuk memetakan kondisi riil di lapangan.

“Jangan ragu menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan di lingkungan. Pemerintah perlu mendengar langsung dari masyarakat agar bisa mengetahui kondisi di lapangan,” tegas Gus Yani—sapaan akrab Bupati Gresik.

Pada penyaluran kali ini, BLT DBHCHT menyasar kelompok masyarakat rentan seperti petani tembakau, buruh pabrik rokok, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia (lansia). Setiap penerima manfaat memperoleh alokasi nominal Rp300 ribu per bulan untuk durasi tiga bulan, sehingga total dana yang diterima mencapai Rp900 ribu.

Baca Juga: Lia Istifhama: Memaknai "Jalan Pulang NU ke Jamaah" untuk Keberlanjutan Bangsa

“Bantuan tunai ini diharapkan dapat membantu menopang kebutuhan pokok harian masyarakat. Selain dana tunai, warga penerima juga dipastikan mendapatkan bantuan pangan beras dari Bulog,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa proses distribusi bekerja sama dengan PT Pos Indonesia guna menjamin transparansi serta ketepatan penyaluran. Layanan door to door atau antar langsung juga disiapkan bagi penerima yang berhalangan hadir akibat keterbatasan fisik maupun usia.

Terkait bantuan pangan Bulog, Ummi merinci bahwa alokasi disalurkan untuk tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September). Setiap penerima menerima 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram.

Baca Juga: Lia Istifhama: Memaknai "Jalan Pulang NU ke Jamaah" untuk Keberlanjutan Bangsa

Khusus di Kecamatan Wringinanom, tercatat ada 9.239 penerima manfaat. Sedangkan secara komprehensif di tingkat Kabupaten Gresik, program bantuan pangan ini menyasar 156.121 penerima dengan total alokasi mencapai 4.683 ton beras. Pemkab Gresik berharap dorongan bantuan tunai dan pangan ini dapat memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus menjaga daya beli masyarakat. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Bantuan Sosial Pemkab gresik DBHCHT blt