Dorong Kepemimpinan Kritis Perempuan Desa, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Evaluasi Sekolah Perempuan

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:09 WIB
WORKSHOP : Ketua TP PKK) Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, saat workshop dan evaluasi sekolah perempuan. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
WORKSHOP : Ketua TP PKK) Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, saat workshop dan evaluasi sekolah perempuan. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemkab Gresik terus menggenjot pemberdayaan gender di tingkat tapak. Melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA),

Pemkab menggelar Workshop dan Evaluasi Sekolah Perempuan Tahun 2026 sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat kepemimpinan serta kapasitas perempuan desa, Rabu (26/8).

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa Sekolah Perempuan bukan sekadar wadah pelatihan keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai instrumen strategis pembentuk keberanian dan kesadaran kritis perempuan.

Baca Juga: Kirab dari Pendopo Hingga Pengajian Akbar, Lautan Manusia Sambut Haul Syekh Maulana Malik Ibrahim

“Sekolah Perempuan merupakan ruang belajar strategis untuk meningkatkan kapasitas perempuan—tidak hanya pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, keberanian berpendapat, pengambilan keputusan, hingga keterlibatan aktif dalam pembangunan desa,” ujar Ning Nurul.

Ia berpesan kepada para fasilitator dan pemerintah desa agar menempatkan alumnus Sekolah Perempuan sebagai mitra strategis dalam musyawarah pembangunan desa.

Menurutnya, perempuan berdaya adalah mereka yang mampu menyuarakan aspirasi secara konstruktif dan bertanggung jawab atas pilihan politik maupun sosialnya.

Baca Juga: KBPPPA Gresik Raih Radar Surabaya Awards 2026 Sebagai Pelopor Perlindungan Dan Kesejahteraan Anak

Senada, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Sekolah Perempuan merupakan modul pendidikan nonformal yang menyasar kawasan pedesaan hingga perkotaan guna memupuk kepemimpinan lokal.

“Wadah ini disiapkan untuk melahirkan kepemimpinan perempuan yang memiliki kesadaran kritis dan mampu menjadi pelaku perubahan sosial di lingkungannya,” tegas dr. Titik.

Melalui agenda evaluasi dan workshop ini, Pemkab Gresik memetakan praktik baik (best practices) serta kendala di lapangan guna menyempurnakan kurikulum pendampingan.

Baca Juga: Lindungi Pekerja Perempuan, Dinas KBPPPA Gresik Dorong Pembentukan RP3 di Setiap Perusahaan

Diharapkan, keterlibatan aktif kelompok perempuan yang makin solid dapat mempercepat terwujudnya tata kelola desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Dinas KBPPPA gresik workshop PEREMPUAN PKK