Fasilitas Memprihatinkan, Enam Pasar Tradisional di Gresik Siap Direvitalisasi

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:43 WIB
RAPAT : Komisi II DPRD menggelar rapat bersama OPD Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
RAPAT : Komisi II DPRD menggelar rapat bersama OPD Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kondisi sarana dan prasarana sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gresik mendapatkan perhatian serius dari jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Gresik.

Dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Komisi II mendesak agar program perbaikan pasar dipercepat mengingat kondisinya yang kian memprihatinkan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, mengungkapkan ada tujuh pasar daerah yang masuk dalam radar perhatian perbaikan, yaitu Pasar Sidayu, Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

Baca Juga: Bapemperda DPRD Gresik Terima Usulan Pembaruan Propemperda untuk Landasan Perda Pilkades Serentak 2027

"Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi sebelumnya. Sehingga alokasi anggaran kali ini akan difokuskan untuk pembenahan enam pasar lainnya," ujar legislator yang akrab disapa Gus Kurdi tersebut, Kamis (13/8).

Gus Kurdi menjelaskan, total anggaran perbaikan dan peremajaan pasar yang disiapkan mencapai sekitar Rp 1,1 miliar. Dari jumlah tersebut, Pasar Dukun mendapatkan porsi alokasi terbesar, yakni sekitar Rp 600 juta, sementara sisanya dibagi untuk lima pasar lainnya.

"Pasar Dukun kerap terdampak banjir saat musim hujan tiba, sehingga membutuhkan penanganan teknis yang lebih serius dan harus menjadi prioritas utama. Karena itu alokasinya dipersiapkan sekitar Rp 600 juta," jelasnya.

Baca Juga: Suarakan Keluhan Warga: DPRD Gresik Minta Normalisasi Sungai dan Perbaikan Jalan Rusak Dipercepat

Sisa anggaran akan dialokasikan untuk pemeliharaan fisik di Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, serta Pasar Petiken Driyorejo.

Penetapan skala prioritas perbaikan ini merujuk pada hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi II DPRD Gresik ke beberapa lokasi sebelumnya. Dari hasil tinjauan lapangan, ditemukan banyak atap bangunan pasar yang bocor, plafon jebol, serta fasilitas umum yang kurang terawat—salah satunya di Pasar Baru Gresik.

Gus Kurdi menegaskan bahwa pasar-pasar di kawasan perkotaan merupakan salah satu etalase atau "wajah" dari Kabupaten Gresik di mata publik.

"Pasar di wilayah kota ini kan wajah Kabupaten Gresik. Harusnya mendapatkan perhatian ekstra, jangan sampai dibiarkan rusak. Pembenahan ini penting bukan hanya untuk fisik bangunan, tetapi juga demi kenyamanan para pedagang dan masyarakat yang bertransaksi setiap hari," tegasnya.

Baca Juga: Membahayakan Pengendara, Komisi III DPRD Gresik Soroti Maraknya Truk Galian C Tanpa Penutup Terpal di Jalur Pantura

Pihaknya berharap alokasi anggaran yang terbatas ini dapat terealisasi tepat sasaran untuk menangani kerusakan-kerusakan paling mendesak.

"Memang anggarannya terbatas sehingga harus dibagi. Namun yang paling penting, lokasi yang kondisinya sudah rusak berat dan butuh penanganan darurat harus didahulukan agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik kurdi Pasar dprd Anggaran