Membahayakan Pengendara, Komisi III DPRD Gresik Soroti Maraknya Truk Galian C Tanpa Penutup Terpal di Jalur Pantura

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:19 WIB
JALUR: Truk angkutan material galian C tampak melintas di jalur Pantura Kabupaten Gresik tanpa dilengkapi penutup terpal. (Foto : Ist/Radar Gresik)
JALUR: Truk angkutan material galian C tampak melintas di jalur Pantura Kabupaten Gresik tanpa dilengkapi penutup terpal. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Aktivitas truk pengangkut material galian C yang mengabaikan keselamatan berkendara masih marak di Kabupaten Gresik. Pemandangan truk melintas dengan bak muatan terbuka tanpa tutup terpal banyak ditemui di wilayah jalur utara atau Jalan Deandels.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya para pengendara roda dua. Material ceceran debu dan batu kecil yang beterbangan rawan mengenai mata pengendara lain hingga memicu kecelakaan lalu lintas.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik, Abdullah Hamdi, mengaku masih menjumpai puluhan armada angkutan galian C yang abai terhadap aturan keselamatan tersebut saat melintasi jalur pantura.

Baca Juga: PAD Pemkab Gresik Turun Rp 183 Miliar, Wabup Alif Tegaskan Belanja Prioritas Tetap Berjalan

“Masih marak. Truk-truk pengangkut galian C itu tidak menutup muatannya dengan terpal. Saya tadi mendapati puluhan truk yang melewati jalur Deandels, baik armada ukuran kecil maupun besar,” ujar Hamdi, Senin (10/8).

Politisi PKB Gresik ini menegaskan bahwa penggunaan penutup terpal bukan sekadar pemenuhan regulasi lalu lintas, melainkan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan bersama di jalan raya.

“Kita berharap ada penyadaran kepada para sopir untuk selalu menjalankan SOP, termasuk menutup muatan dengan terpal. Keselamatan itu bukan hanya untuk pengemudi kendaraan angkutan, tetapi juga hak pengguna jalan yang lain,” tegasnya.

Baca Juga: Mampu Dongkrak PAD dan Buka Lapangan Kerja, DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Aset Kelurahan

Mengingat masalah ini terus berulang, Komisi III DPRD Gresik mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polres Gresik untuk menggencarkan razia penertiban. Pengawasan juga diharapkan menyasar pihak pengusaha atau pemilik armada angkutan (korporasi).

“Kami berharap teman-teman Dishub maupun Lantas melakukan penertiban secara korporatif kepada juragan-juragan truk agar mereka mewajibkan sopirnya mematuhi aturan. Ke depan saya berharap tidak perlu selalu mengingatkan persoalan serupa,” pungkas Hamdi. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
truk galian Komisi III terbuka gresik dprd