Tinjau Tambak Pangkahkulon, Anggota DPRD Gresik Puji Inovasi Polikultur Rumput Laut Petani Lokal

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:16 WIB
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi saat mengunjungi petani tambak di Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi saat mengunjungi petani tambak di Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Petani tambak di Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, terus berinovasi mengoptimalkan potensi daerah. Mereka berhasil mengembangkan budidaya rumput laut jenis Gracilaria sebagai komoditas alternatif yang mampu menghasilkan hingga 30 ton rumput laut basah setiap bulannya.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi dan Nasikhul Khakim, saat meninjau lokasi budidaya, Minggu (9/8). Dua wakil rakyat yang membidangi sektor perikanan ini melihat secara detail seluruh tahapan pengolahan, mulai dari proses budidaya, pengeringan, hingga pengemasan produk.

Baca Juga: Bukan Sepak Bola Biasa! 32 Tim Beradu Ketepatan di Turnamen Penalty Kick Piala Wakil Ketua DPRD Gresik

Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi, memuji kejelian petambak lokal yang tidak lagi sekadar mengandalkan komoditas konvensional seperti bandeng dan udang.

“Masyarakat petambak di sini tidak hanya bergantung pada bandeng, tetapi mampu melihat potensi rumput laut yang ternyata pasarnya sangat bagus,” ujar Ricke.

Senada dengan Ricke, Nasikhul Khakim menilai keberhasilan budidaya rumput laut di Pangkahkulon sangat layak direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa.

“Sistem budidayanya relatif mudah dan sangat memungkinkan dipraktikkan petambak lain. Ini nanti bisa dicoba di area tambak dapil kami, seperti Duduksampeyan, karena sama-sama memiliki karakteristik air payau,” jelas Nasikhul.

Baca Juga: Mampu Dongkrak PAD dan Buka Lapangan Kerja, DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Aset Kelurahan

Sementara itu, Kepala Desa Pangkahkulon, Ahmad Fauron, memaparkan saat ini terdapat sekitar 30 petani tambak yang telah membudidayakan rumput laut dengan total luas lahan mencapai lebih dari 70 hektare. Budidaya dilakukan menggunakan sistem polikultur, di mana rumput laut, ikan bandeng, dan udang dibesarkan bersamaan dalam satu petak tambak.

Pola polikultur ini terbukti memberikan dampak ekologis yang positif bagi ekosistem tambak. Selain memberikan penghasilan ganda bagi petani, keberadaan rumput laut membuat kualitas air tambak menjadi jernih layaknya akuarium, sehingga mendukung pertumbuhan ikan bandeng agar lebih optimal.

“Rumput laut ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena bisa diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti bahan baku pangan hingga kosmetik,” terang Fauron.

Baca Juga: Mesin Perahu Sempat Trouble, Wakil Ketua DPRD Gresik Pastikan Pasokan Oksigen RSUD Umar Mas'ud Aman

Mengenai jangkauan pasar, Fauron menambahkan bahwa produksi rumput laut dari desanya telah mengantongi sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) melalui wadah koperasi petani, sehingga sudah memenuhi standar kualifikasi ekspor.

“Hasil produksi kami sebenarnya sudah sangat layak dan siap untuk pasar ekspor. Namun untuk saat ini, fokus utama kami adalah memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar dalam negeri terlebih dahulu,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
ujungpangkah gresik rumput laut dprd Pangkahkulon