Gandeng BAZNAS RI, Menko PM Salurkan Bantuan Penguatan Ekonomi Umat Rp 871 Juta di Gresik

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:56 WIB
PENYALURAN: Menko PM Dr. Abdul Muhaimin Iskandar bersama BAZNAS RI saat menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)
PENYALURAN: Menko PM Dr. Abdul Muhaimin Iskandar bersama BAZNAS RI saat menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pesantren dan masjid di Kabupaten Gresik kini tak lagi sekadar menjadi pusat kegiatan keagamaan, melainkan juga diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan penguatan ekonomi umat oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Dr. Abdul Muhaimin Iskandar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 871 juta melalui tiga program pemberdayaan unggulan, yakni Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur.

Baca Juga: Cetak Lulusan SMK Pesantren Siap Kerja, Pemkab Gresik dan Menko PM Gandeng BAZNAS RI

Secara rinci, anggaran Rp 350 juta dialokasikan untuk tujuh unit Zmart Pesantren, Rp 500 juta disalurkan ke lima masjid lewat program BUMi, serta Rp 21 juta diserahkan untuk dukungan Program Santripreneur berbasis Kebun Pemberdayaan Ekonomi Sirkular.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan, bukan sekadar pemberian modal sesaat.

“Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki,” ungkap Sodik.

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, Freeport Indonesia dan Warga Banyutami Gresik Bergerak Menata Lingkungan

Ia memaparkan bahwa program BUMi Masjid secara nasional telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan 10.641 penerima manfaat. Khusus di Jawa Timur, program ini diperkuat lewat kolaborasi bersama Kemenko PM, Kementerian Koperasi, hingga Danantara guna memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.

Sementara itu, Menko PM Dr. Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam menekan angka kemiskinan karena memiliki jaringan kuat hingga tingkat desa. Menurutnya, masyarakat lokal di kawasan industri seperti Gresik harus memegang peranan aktif dan tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya investasi.

“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren,” tegas Cak Imin.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi dan Bagikan Makanan Bergizi, Polsek Wringinanom Gelar Aksi Makan Bersama Warga

Apresiasi tinggi turut disampaikan Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Prof. Dr. Asrorun Niam Sholeh. Ia menilai langkah Kemenko PM dan BAZNAS RI memfokuskan kegiatan pemberdayaan di pesantren merupakan keputusan tepat yang dapat menciptakan dampak ekonomi berganda bagi lingkungan sekitar. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
muhaimin iskandar Bantuan Baznas gresik Dukun