RADAR GRESIK – Pengiriman pasokan medis darurat berupa 40 tabung oksigen untuk kebutuhan pasien di RSUD Umar Mas’ud Pulau Bawean sempat diwarnai drama di tengah laut.
Perahu klotok nelayan yang mengangkut tabung oksigen dari Pelabuhan Sidayu tersebut mengalami gangguan mesin akibat dihantam gelombang tinggi di perairan utara Jawa.
Secara normal, pelayaran jalur laut dari pesisir utara Gresik menuju Pulau Bawean menggunakan perahu klotok memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam. Rombongan pengangkut dijadwalkan tiba di pelabuhan Bawean pada Rabu (5/8/2026) pagi, namun pelayaran tertahan akibat cuaca buruk.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Lutfi Dhawam, mengonfirmasi bahwa armada pengangkut oksigen tersebut sempat menghadapi kendala teknis berat di tengah perjalanan laut.
“Perahu dijadwalkan tiba Rabu pagi, namun perjalanan tidak mulus karena sempat ada masalah pada bagian mesin. Ombak di laut utara Jawa cukup tinggi sejak Selasa hingga Rabu dini hari, sehingga membuat mesin perahu trouble,” ujar Lutfi Dhawam, Junat (7/8/2026).
Lutfi Dhawam menambahkan, setelah melalui penanganan teknis dan kehati-hatian ekstra dari awak kapal, pasokan oksigen tersebut akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan dan diperkirakan tiba pada Rabu siang. Ketersediaan oksigen ini menjadi tumpuan utama bagi pelayanan pasien kritis di RSUD Umar Mas’ud Bawean.
Baca Juga: Pilkades Gresik Diundur ke Awal 2027, DPRD Kawal Penyusunan Perda demi Kepastian Hukum
Hingga saat ini, cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi masih melumpuhkan rute penyeberangan reguler dari Pelabuhan Gresik menuju Bawean. Sebanyak 80 tabung oksigen cadangan yang telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bahkan belum bisa diberangkatkan.
Untuk menjaga konektivitas logistik dan mobilitas warga, armada KMP Drajat Paciran yang berlayar dari Pelabuhan Paciran, Lamongan, diperbantukan sementara waktu. Pada pelayaran Selasa (4/8/2026) siang, kapal tersebut mengangkut 350 penumpang, 82 unit kendaraan, serta 18 ekor sapi.
Di antara ratusan penumpang tersebut, terdapat 20 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik asal Bawean yang sempat tertahan dan terlambat mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akibat cuaca buruk di Laut Jawa. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik