RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus terdepan dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis ekosistem pesantren dan masjid.
Langkah strategis ini ditempuh dengan menyelaraskan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren, agar mampu menyerap peluang kerja di tengah pesatnya investasi industri di Kabupaten Gresik.
Inisiatif kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan BAZNAS RI tersebut ditandai dengan peresmian program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), serta Santripreneur di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Durenbanu, Gresik, pada Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: PLN UP3 Gresik Gerak Cepat Pulihkan Listrik Usai 10 Tiang TM Roboh di Manyar
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memaparkan bahwa Pemkab Gresik telah membentuk Tim Vokasi Daerah guna menggembleng peningkatan kapasitas dan keterampilan para santri serta siswa SMK di seluruh wilayah Gresik.
“Fokus utama kita adalah SMK, baik yang berada di dalam lingkungan pesantren maupun luar pesantren. Kami ingin ada pemberdayaan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas, skill teknis, hingga penguasaan bahasa asing agar tenaga kerja lokal mampu bersaing,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Sabtu (8/8/2026).
Bupati yang akrab sapa Gus Yani ini menambahkan, masuknya investasi multinasional ke kawasan industri Gresik membutuhkan spesifikasi kemampuan SDM yang responsif. Sebagai contoh, maraknya investasi asal Tiongkok menuntut penguasaan bahasa dan keahlian khusus bagi para lulusan vokasi.
Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Pemkab Gresik Dorong Pasar Lebih Bersih dan Hijau lewat Gerakan Jumat Asri
Seluruh program pelatihan teknis dan peningkatan kompetensi bahasa tersebut didukung langsung oleh APBD melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), dr. Abdul Muhaimin Iskandar, mengapresiasi kesiapan ekosistem pesantren di Jawa Timur. Pihaknya bersama BAZNAS RI menyerahkan secara simbolis kucuran bantuan dana pemberdayaan senilai Rp350 juta untuk 7 unit Zmart Pesantren, Rp500 juta untuk 5 BUMi Masjid, serta Rp21 juta untuk pengembangan program Santripreneur berbasis ekonomi sirkular.
“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar di Tanah Air kita selain pesantren. Oleh karena itu, pesantren merupakan pusat paling siap dalam menjalankan ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat,” tegas Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Dukung Gerakan Jumat Asri, Dinkes Gresik Tekankan Kebersihan Pasar demi Cegah Penyakit
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, memaparkan bahwa penguatan modal usaha mikro ini bertujuan untuk mendorong kemandirian finansial masyarakat dari tingkat paling dasar.
Sejak tahun 2022, program BUMi Masjid nasional telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat. Pihaknya berharap pendampingan terstruktur di Gresik ini kelak mampu mengentaskan status warga dari mustahik menjadi muzakki. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik