RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Gerakan Jumat Asri secara serentak di 18 Kecamatan, termasuk wilayah Pulau Bawean. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Gerakan Jumat Asri yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Dalam kegiatan itu diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gresik yang dipusatkan secara simbolis di Pasar Kerempeng dan Pasar Baru, Gresik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, turun langsung dalam kegiatan tersebut. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga ikut mengambil sampah bersama peserta di lokasi Pasar Kerempeng. Aksi ini menjadi simbol komitmen bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut dr. Khusnah, Gerakan Jumat Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bukan sekedar kegiatan bersih-bersih melainkan bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
“Lingkungan yang bersih dan sehat sangat berpengaruh dalam mencegah berbagai penyakit. Karena itu, kegiatan seperti ini harus menjadi kebiasaan, bukan hanya seremonial,”ujarnya.
Ia menambahkan, pasar sebagai pusat aktivitas masyarakat memiliki potensi besar menjadi sumber penyebaran penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, keterlibatan lintas sektor dalam menjaga kebersihan dinilai sangat penting.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Khusnah juga terlibat dalam penimbangan sampah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah dan Kepala Dinas Sosial Gresik dr. Ummi Khoiroh. Penimbangan dilakukan untuk memastikan sampah dapat dipilah dan dikelola sesuai jenisnya.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu sebagai bagian dari upaya pengendalian lingkungan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Dinkes Gresik Bersama PT Smelting Targetkan Eliminasi Tuberkulosis Tercapai Tahun 2028
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga melakukan penanaman pohon sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kita ingin Gresik menjadi daerah yang asri, aman, sehat, resik, dan indah. Ini butuh keterlibatan semua pihak,” kata Gus Yani.
Sementara itu, Kepala DLH Gresik Sri Subaidah menegaskan bahwa Gerakan Jumat Asri juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomis maupun energi alternatif.
Dinkes Gresik berharap, melalui gerakan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga dapat menekan risiko penyakit berbasis lingkungan. “Harapannya ini menjadi budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” pungkas dr. Khusnah. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik