Sulap Lahan Parkir Jadi Pusat Ekonomi, DPRD Gresik Apresiasi Langkah KKMP Trate Kembangkan Pasar Murah

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:36 WIB
MENINJAU: Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik, Elvita Yuliati, saat meninjau pelaksanaan pasar murah di lahan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate, Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
MENINJAU: Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik, Elvita Yuliati, saat meninjau pelaksanaan pasar murah di lahan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate, Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Di tengah keterbatasan prasarana, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate menunjukkan kebangkitan usaha ekonomi warga.

Lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di belakang Kantor Kelurahan Trate yang sebelumnya difungsikan sebagai area parkir salah satu yayasan pendidikan, kini dimanfaatkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Di lokasi tersebut, pengurus KKMP Trate menggelar program pasar murah bagi warga Kelurahan Trate dan sekitarnya. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau berkat pasokan dari BUMN pangan seperti Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Rajawali Nusindo (ID FOOD), serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Baca Juga: Torehan Prestasi Nasional, Tim Riset MTs NU Trate Gresik Sabet Juara 2 Lomba Inovasi UMG 2026

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik, Elvita Yuliati, memberikan apresiasi atas inisiatif inovatif pengurus KKMP Trate. Saat meninjau lokasi, ia menilai koperasi tersebut mampu tumbuh positif meski berdiri di atas fasilitas yang terbatas.

“Dengan kondisi yang sangat terbatas, koperasi ini mampu berkreasi untuk terus bertahan. Bahkan saya melihat perkembangannya cukup baik,” ujar Elvita.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengimbau agar KKMP Trate terus memperkuat kemitraan dengan para pedagang atau warung skala mikro di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan koperasi harus menjadi mitra strategis yang saling menguatkan, bukan sebagai pesaing.

Baca Juga: Geliat Ekonomi Kelurahan Trate, TTM Volume 4 Resmi Dibuka, Hadirkan 130 UMKM dan Outlet Trate Rasa

“Warung-warung sekitar bisa menjadikan koperasi sebagai tempat pasokan atau bentuk kerja sama lainnya. Semangatnya bukan bersaing, melainkan saling bersinergi,” tambahnya.

Ketua KKMP Trate, Nanang Zubaedi, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan ikhtiar pengurus dalam membantu warga mengakses bahan pokok berharga terjangkau sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Sebelumnya, aktivitas operasional KKMP Trate sempat menumpang di sebagian ruang pelayanan Kantor Kelurahan Trate. Karena dinilai berpotensi mengganggu pelayanan publik, pengurus mengajukan permohonan sewa lahan aset Pemkab Gresik kepada Bagian Aset BPPKAD Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Wujudkan Madrasah Riset, Puluhan Inovasi Gen-Z MTs NU Trate Gresik Meriahkan Lomba Inovasi 2026

Permohonan tersebut mendapat persetujuan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik untuk penyewaan lahan seluas 132 meter persegi dari total luas lahan 373 meter persegi.

"Harapan kami, ke depan di lahan ini dapat dibangun gedung koperasi yang representatif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," kata Nanang.

Meski pemanfaatan lahan ini baru berjalan kurang dari satu tahun, pertumbuhan komoditas dan minat masyarakat terpantau cukup tinggi. Nanang berharap dukungan juga dapat hadir dari sektor swasta, khususnya produsen minyak goreng lokal, agar pasokan barang makin beragam. Pihaknya juga mengharapkan perhatian program pemerintah seperti Agrinas terhadap koperasi yang aktif namun terkendala sarana.

Baca Juga: Kartar Trate Gresik Hidupkan UMKM dan Kuatkan Koperasi Lewat Pasar Dua Pekanan

Camat Gresik, Jalesvie Triyasmoko, menyebut KKMP Trate sebagai salah satu koperasi kelurahan paling progresif dalam kurun setahun terakhir. Keberhasilan ini dinilai berkat tata kelola manajemen internal yang solid serta terbukanya jaringan pemasok.

"KKMP Trate sangat progresif. Fondasi organisasinya kuat dan akses ke pemasok sudah ada. Yang perlu terus didukung adalah prasarana pendukungnya. Kami di pihak kecamatan siap memfasilitasi komunikasi jika koperasi membutuhkan sinergi lebih lanjut," jelas Jalesvie.

Manfaat keberadaan pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Widya Faourita, seorang warga Kelurahan Trate, mengaku terbantu dengan adanya program penukaran limbah minyak goreng bekas (jelantah) yang dikelola koperasi.

Baca Juga: Tegaskan Gizi Adalah Investasi Negara, Bupati Gresik Resmikan SPPG Dapur Hibrid PPNU Trate

"Saya menjual tujuh botol minyak jelantah ukuran 1,5 liter dan mendapat hasil Rp 70 ribu. Sekarang jelantah tidak dibuang ke selokan lagi. Uangnya saya pakai untuk membeli minyak goreng baru di koperasi untuk kebutuhan usaha," tutur Widya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik UMKM ekonomi dprd Trate