Dampingi Gubernur Khofifah di Sekolah Rakyat 1, Sekda Gresik Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Putus Kemiskinan

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 12:23 WIB
Merah Putih : Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahurrahman, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Merah Putih : Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahurrahman, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahurrahman mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Kunjungan Gubernur Khofifah berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Setibanya di lokasi, Khofifah disambut antusias oleh para siswa yang mengibarkan bendera Merah Putih. Suasana semakin semarak saat Gubernur Jawa Timur bersama para siswa menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah.

Baca Juga: Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Lahan Kosong Dekat Permukiman PPS II Gresik Terbakar

Khofifah menyampaikan rasa bahagianya dapat melihat secara langsung keseharian para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi anak-anak.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah mengecek sejumlah fasilitas pendukung sekolah, di antaranya kantin, masjid, dan aula. Ia juga menyapa para siswa serta menyerahkan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung di lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik saat ini menampung sebanyak 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, serta 225 siswa SMA. Para peserta didik berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Gresik Bergulir: Wakapolres, Kasatlantas, hingga Kasatreskrim Berganti

Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

"Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, bagi yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarganya berkesempatan menengok," ujar Khofifah.

Ia juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola agar memberikan perhatian serius terhadap perlindungan anak, khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Raya Cerme Lor Gresik, Pemuda Asal Pandu Meninggal Dunia di TKP

"Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita," tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar pihak sekolah menghadirkan psikolog sebulan sekali untuk berdialog dengan anak-anak SD guna memantau kondisi serta perasaan mereka yang dinilai berbeda dengan siswa jenjang SMP maupun SMA. Menurutnya, program ini merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sebelumnya, Bupati Gresik juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Gressmall Sediakan Panggung Kreativitas Inklusif Bagi Ribuan Anak Gresik

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Sekda Sekolah Rakyat kHOFIFAH gresik pendidikan