Bupati Gresik Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Harapan Baru Bagi Anak Mengejar Cita-Cita

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:05 WIB
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan, menyerahkan poin secara simbolis, dan berkomunikasi dengan para siswa di dalam kelas pada peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan, menyerahkan poin secara simbolis, dan berkomunikasi dengan para siswa di dalam kelas pada peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik secara resmi mengoperasikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Peresmian tersebut berlangsung secara nasional yang terhubung melalui zoom meeting bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial, serta Gubernur Jawa Timur.

Suasana haru dan antusiasme mewarnai kedatangan ratusan siswa yang diantar langsung oleh orang tua mereka. Usai peresmian, para siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA langsung mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memulai pendidikan gratis berbasis asrama.

Baca Juga: Tunggu Arahan Kemensos, Siswa SRMA 37 Gresik Jalani PJJ Sebelum Kembali ke Asrama

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya sekolah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto tersebut. Ia mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat, Kementerian Sosial, serta seluruh pihak yang terlibat.

"Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi mulai melaksanakan hari pertama MPLS. Total ada sekitar 405 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang mulai belajar, termasuk 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan," kata Gus Yani pada Jumat, (31/7).

Gus Yani menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menggapai cita-cita. Ia mencontohkan keberhasilan siswa angkatan sebelumnya yang kini semakin percaya diri dan berani tampil di berbagai kegiatan daerah.

Baca Juga: Di Tengah Bentang Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian

"Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 berdiri di atas lahan seluas sekitar 6 hektar dengan fasilitas utama yang telah rampung, mulai dari ruang kelas hingga asrama. Pemkab Gresik juga memperkuat infrastruktur pendukung dengan membangun jalan akses serta memenuhi pasokan air bersih dari wilayah Purwodadi, Sidayu," terang orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini. 

Tak hanya menitikberatkan pada kurikulum akademik, sekolah ini memiliki nilai tambah berupa penguatan pendidikan agama. Memanfaatkan potensi wilayah Sidayu yang dikenal dengan banyaknya penghafal Al-Qur'an, Pemkab Gresik menambahkan program tahfidz serta bimbingan belajar malam hari agar siswa memiliki daya saing tinggi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa kompleks sekolah dibangun di atas lahan 6,5 hektar yang mencakup 26 bangunan. "Saat ini, sebanyak 19 gedung telah dinyatakan layak fungsi dan siap digunakan, seperti ruang kelas, asrama siswa dan guru, masjid, aula, hingga kantin," ujarnya. 

Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen Gresik Besok Mulai Beroperasi, Siap Tampung 405 Siswa

Para peserta didik berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Namun, terdapat 20 siswa asal Kepulauan Bawean yang belum dapat bergabung karena terkendala cuaca buruk di laut dan dijadwalkan tiba pada awal Agustus.

Ummi menambahkan, penguatan kemampuan membaca Al-Qur'an, program tahfidz, dan bimbingan belajar tambahan dihadirkan sebagai kebijakan lokal agar para lulusan memiliki peluang besar menembus perguruan tinggi maupun diserap oleh dunia industri di Kabupaten Gresik.

Sementara itu Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menyebut operasional gedung permanen ini sebagai tonggak penting. Pada tahun pertama, sekolah ini baru melayani 75 siswa. "Memasuki tahun ajaran 2026/2027, jumlah siswa melonjak menjadi 405 orang, terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, serta 225 siswa SMA (termasuk 60 siswa dari Lamongan)," Kata Rangga. 

Baca Juga: Bahas Hak Integrasi dan Pekerja WBP, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Sidang TPP

Rangga optimistis visi Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dapat terwujud. Menurutnya, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua bagi anak-anak untuk membangun karakter, meningkatkan kualitas akademik, serta menjaga kesehatan tanpa terkendala beban ekonomi.

Rasa syukur turut dirasakan para wali murid. Salah satu orang tua siswa asal Kabupaten Lamongan, Syaikhu Rokhim (38), mengaku sangat terharu kedua putrinya, Lena Safira Safitri dan Leni Safitri Safitri, dapat diterima di sekolah tersebut.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jamu ini berharap program pendidikan berasrama gratis ini dapat membentuk anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan membanggakan keluarga. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Sekolah Rakyat Pemkab gresik dinsos gus yani